
Ilustrasi rokok. (freepik)
JawaPos.com - Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) terkait penyeragaman kemasan produk tembakau dan rokok elektronik menuai sorotan. Kebijakan ini dinilai berpotensi memukul mundur sektor ekonomi mikro dan mengancam kelangsungan hidup jutaan pedagang kecil di Indonesia.
Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) secara terbuka menyatakan kekhawatiran terhadap draf aturan tersebut. Kemenkes dianggap terlalu memaksakan regulasi tanpa mempertimbangkan realitas di lapangan.
Ketua Umum APKLI Ali Mahsun menuturkan, kebijakan ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan yang nyata antara ego sektor kesehatan dan perlindungan ekonomi rakyat kecil.
Baca Juga:Inovasi AI SMART MEASUREMENT Tampil di HUT Bhayangkara 2026, Perkuat Industri Garmen Nasional
"Ada 3,9 juta pedagang kecil, warung kelontong, dan UMKM yang pendapatan serta kondisi ekonominya dikebiri karena rancangan aturan penyeragaman kemasan ini," ujar Ali, Kamis (2/7).
Ali menegaskan, pihak asosiasi sebenarnya tidak menolak adanya regulasi atau pengaturan. Namun, poin penyeragaman kemasan yang didorong Kemenkes saat ini dinilai terlalu ekstrem dan menjurus pada pelemahan ekonomi sektor informal.
Menurut APKLI, jika seluruh kemasan rokok dipaksa seragam menggunakan warna standar Pantone 448C tanpa identitas visual yang khas, konsumen akan kesulitan membedakan produk legal dan ilegal. Kondisi tanpa pembeda ini dikhawatirkan menjadi celah besar bagi peredaran produk tanpa pita cukai yang harganya jauh lebih murah.
"Ujungnya, kami para pedagang yang jadi korban. Jualan pedagang bisa tergerus dengan membludaknya rokok ilegal di pasar," papar Ali.
Dia mengingatkan pemerintah bahwa pedagang kecil adalah sektor informal mandiri yang selama ini membantu menyerap tenaga kerja. Sektor ini ikut menyokong target pemerintah dalam menciptakan 19 juta lapangan kerja baru.
"Seharusnya pembuat kebijakan memperhatikan setiap dampak rancangan peraturan terhadap masyarakat kecil, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari penjualan harian," tambah Ali.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
