
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadiri Jakarta Twilight Soiree: Commemorating Jakarta’s 499th Anniversary di Gedung A.A. Maramis, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6). (Istimewa)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku terdapat polemik penyesuaian upah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Ia menerangkan, meskipun Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta telah mengalami kenaikan tahun ini, alokasi anggaran untuk penyesuaian gaji mereka rupanya belum sempat terakomodasi dalam pos APBD murni yang berjalan saat ini.
Padahal, penyesuaian kenaikan gaji telah berlaku bagi Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) DKI Jakarta.
"Memang sekarang ini yang menjadi pertanyaan adalah adanya kenaikan PJLP ini kan sebagian juga PPPK yang UMP-nya sudah naik tetapi di APBD-nya belum dinaikkan pada waktu itu," ujar Pramono di Jakarta Barat, Kamis (2/7).
Meski begitu, ia memastikan bahwa selisih kenaikan gaji bagi para pegawai tersebut tidak akan hangus, melainkan bakal dibayarkan sekaligus dengan sistem rapel.
Pramono menjelaskan, mekanisme pembayaran rapel tersebut baru bisa dieksekusi setelah payung hukum anggarannya sah. Pemprov DKI Jakarta menjadwalkan pembahasan ini masuk ke dalam agenda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.
"Baru akan diatur dalam APBD Perubahan, nah di situlah nanti akan dilakukan dirapel kenaikan itu. Sehingga mudah-mudahan dengan penyelesaian itu akan selesai secara keseluruhan," terangnya.
Pramono menerangkan, proses administrasi di Jakarta sebenarnya jauh lebih tertib dan tertata jika dibandingkan dengan beberapa wilayah lain di Indonesia. Masalah ini murni merupakan persoalan linimasa penganggaran yang membutuhkan sinkronisasi aturan.
Menanggapi polemik yang berkembang di ruang publik terkait hak-hak PPPK paruh waktu, Pramono menegaskan bahwa kebijakan di Jakarta tidak berdiri sendiri. Ada wilayah kewenangan yang diatur langsung oleh Pemerintah Pusat dan ada yang menjadi domain Pemerintah Daerah.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
