
Wakil Gubernur DKI Jakarta saat membuka Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau kawasan bebas buang air besar sembarangan di RPTRA Mandala, Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, Senin (29/6). (Istimewa)
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, blak-blakan menyoroti masih adanya fenomena buang air besar sembarangan (BABS) yang melahirkan istilah "Gang Tai".
Kondisi sanitasi yang memprihatinkan ini dinilai menjadi salah satu pemicu utama tingginya kasus penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) di Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Rano saat membuka acara Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau kawasan bebas buang air besar sembarangan di RPTRA Mandala, Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, Senin (29/6).
Rano mengenang, istilah "Gang Tai" sebenarnya bukan hal baru bagi dirinya. Ia merefleksikan masa kecilnya di era 1960-an saat warga masih terbiasa memanfaatkan saluran air kota sebagai tempat pembuangan akhir.
"Saya lahir di Kebon Dalem Gang 7, daerah Kemayoran pada tahun '60. Waktu itu kampung saya terkenal dengan 'Gang Tai', maaf. Karena memang waktu itu kami kalau buang air di got," kenang Rano.
Namun, ia menyayangkan mengapa fenomena serupa ternyata belum sepenuhnya hilang dari sudut-sudut Jakarta pada tahun 2026 ini, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.
Meski demikian, mantan pemeran 'Si Doel' ini bersyukur karena kesadaran warga metropolitan untuk berbenah dan memperbaiki fasilitas sanitasi kini terus meningkat.
"Sekarang ternyata pada tahun 2026, di Jakarta masih ada yang seperti itu. Tapi bagi saya, mari kita perbaiki, tidak ada kata terlambat. Saya melihat yang penting sudah mulai ada kesadaran berubah sekarang," ucap Rano.
Salah satu indikator nyata dari perubahan perilaku masyarakat ini adalah penurunan jumlah rukun warga (RW) kumuh di Jakarta secara signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta sempat mencatat hampir 468 RW kumuh sepanjang kurun waktu 2017-2026. Angka tersebut kini berhasil ditekan hingga tersisa 211 RW saja.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
