Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juni 2026 | 00.43 WIB

Eks Kepala BGN Korupsi, Massa di Monas Pilih Dukung MBG

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Jakarta menggelar aksi di kawasan Monas pada Senin (22/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Jakarta menggelar aksi di kawasan Monas pada Senin (22/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Jakarta memadati kawasan Monas pada Senin (22/6). Aksi demonstrasi ini digelar sebagai respons atas kegelisahan publik setelah eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ditangkap terkait kasus korupsi yang memicu desakan dari sejumlah pihak untuk menghentikan program

Alih-alih ikut mendesak pembubaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), Aliansi Warga Jakarta justru turun ke jalan untuk memberikan dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan oleh pemerintah pusat.

Perwakilan Aliansi Warga Jakarta, Yadi, meminta masyarakat membedakan antara tindakan kriminal individu dan urgensi program pemerintah yang berdampak langsung pada anak-anak.

"Tuntutan kita jelas, koruptor wajib ditangkap. Namun, untuk program MBG harus dilanjutkan sesuai dengan program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak kita. Intinya sih seperti itu," ujar Yadi saat ditemui di sela-sela aksi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Menurut Yadi, pelaksanaan MBG di wilayah DKI Jakarta sejauh ini sudah berjalan dengan sangat baik dan tanpa kendala berarti.

Keberadaan program ini dinilai sangat krusial bagi peningkatan gizi anak-anak di tingkat akar rumput.

Menanggapi adanya gelombang kritik dan aksi demonstrasi lain yang meminta program MBG ditutup lalu dialihkan ke dana pendidikan biasa, Yadi menyebut pandangan tersebut kurang tepat sasaran karena konteksnya berbeda.

Ia menekankan solusi dari potensi kebocoran anggaran bukanlah dengan menghentikan program, melainkan memperketat pengawasan.

"Kalau ditutup, ini kan sudah berjalan, dan anak-anak juga sudah menikmati. Terkait dengan korupsi yang dilakukan oleh personal, itu urusan pribadi mereka. Yang terpenting di lingkaran BGN harus benar-benar mengawasi dengan sistem yang baik sesuai SOP," lanjutnya.

Klaim Gerakan Organik Tanpa Atribut Partai

Yadi mengklaim, mobilisasi massa terjadi secara organik tanpa adanya intervensi atau pendanaan dari partai politik tertentu.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore