Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juni 2026 | 18.13 WIB

Refleksi HUT ke-499 Jakarta, Ade Suherman: Membangun Kota Global yang Inklusif, Berkelanjutan, dan Berkeadilan

Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Ade Suherman. (Istimewa) - Image

Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Ade Suherman. (Istimewa)

JawaPos.com - Kota Jakarta tengah memasuki babak baru sejarahnya dengan memasuki usia ke-499 tahun. Menjelang lima abad, kota ini tidak lagi hanya dipandang sebagai pusat pemerintahan, melainkan sedang bertransformasi menjadi kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

Namun, menjadi kota global tidak cukup hanya dengan membangun gedung pencakar langit, memperluas jaringan transportasi, atau menghadirkan teknologi digital. Kota global yang sesungguhnya adalah kota yang mampu memastikan kesejahteraan warganya tumbuh secara merata.

Menurut, Ade Suherman, Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PKS, momentum peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi: sejauh mana pertumbuhan ekonomi Jakarta benar-benar menghadirkan kedaulatan bagi rakyatnya?

Ketahanan Pangan dan Energi sebagai Fondasi Kota Masa Depan

Ade Suherman mengatakan pangan adalah kebutuhan dasar sekaligus fondasi stabilitas sosial. Karena itu, berbagai program pangan bersubsidi yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus terus diperkuat agar mampu menjaga daya beli masyarakat.

Namun, ketahanan pangan tidak bisa berdiri sendiri. Jakarta juga harus mulai memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di gedung-gedung pemerintah dan fasilitas publik.

"Ke depan, APBD harus diarahkan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kemandirian pangan dan energi yang berkelanjutan," tuturnya.

UMKM dan Koperasi: Jantung Ekonomi Kerakyatan

Di tengah dinamika ekonomi global, UMKM dan koperasi tetap menjadi tulang punggung perekonomian Jakarta. Berbagai program inkubasi usaha, pengembangan kewirausahaan, serta penataan lokasi binaan dan lokasi sementara bagi pelaku usaha mikro telah berjalan dengan baik. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas.

"Koperasi harus bertransformasi menjadi lembaga ekonomi modern yang mampu membuka akses permodalan, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing pelaku usaha lokal," ucap dia. Menurutnya, ekonomi Jakarta akan semakin kokoh apabila pertumbuhannya bertumpu pada kekuatan usaha rakyat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore