
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta. (Polda Metro Jaya)
JawaPos.com - Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi kelompok perusuh jelang aksi demo mahasiswa di Jakarta hari ini (12/6). Kelompok itu berniat mendompleng aksi dan memicu terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan hal itu kepada awak media. Dia menyatakan bahwa kelompok perusuh tersebut telah teridentifikasi oleh jajarannya. Untuk itu, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi agar rencana kelompok perusuh tersebut tidak terlaksana.
”Perlu kami tekankan bahwa Satgas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya sudah mengidentifikasi kelompok-kelompok tertentu yang akan mencoba bergabung, mendompleng, untuk mencoba membuat kegiatan-kegiatan lainnya dalam hal gangguan Kamtibmas,” kata dia.
Budi memastikan, selain ribuan personel pengamanan yang dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi, Satgas Gakkum Polda Metro Jaya juga sudah bergerak. Mereka tersebar di beberapa titik untuk memonitor pergerakan kelompok-kelompok perusuh tersebut.
”Apabila ditemukan membawa barang-barang yang tujuannya untuk membuat gangguan kamtibmas, maka kami akan melakukan tindakan tegas,” ujarnya.
Peringatan itu disampaikan agar rencana aksi yang dilakukan oleh mahasiswa tidak dinodai oleh kelompok perusuh. Menurut dia, pihaknya tidak akan segan melakukan tindakan tegas bila kelompok perusuh tersebut melakukan aksi yang berpotensi merugikan masyarakat.
”Mereka masuk ke dalam kelompok-kelompok aksi mahasiswa tadi yang akhirnya mencederai nama mahasiswa juga. Itu yang harus kita jaga,” ujarnya.
Sebelumnya, Budi menyampaikan bahwa instansinya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Pengamanan oleh ribuan personel dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas lainnya.
”Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” kata Budi kepada awak media.
Kepada seluruh peserta aksi, Budi mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib. Dia meminta massa tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, serta tetap menghormati pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi aksi.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
