
Penampakan Mohamad Irman Ali alias Woodyrman, selebgram yang terlibat dalam kasus penganiayaan di Kawasan Blok M yang menewaskan WN Brunei Darussalam. (Istimewa)
JawaPos.com - Polisi mengungkap detik-detik penangkapan Mohamad Irman Ali alias Woodyrman, selebgram asal Brunei Darussalam yang terlibat dalam kasus penganiayaan di Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Insiden itu menyebabkan seorang korban berinisial MHF tewas. Serupa dengan pelaku, korban juga warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam.
Dalam rekaman video yang diterima oleh awak media, pelaku ditangkap tidak lama setelah video pertikaian dengan korban beredar luas di media sosial. Bersama petugas keamanan, aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya mendatangi rumah yang ditempati oleh pelaku. Di rumah tersebut, polisi mendapati Woodyrman bersama seorang perempuan.
Berbekal surat penangkapan, polisi kemudian melakukan penggeledahan. Woodyrman diminta menunjukkan pakain yang dia kenakan saat melakukan penganiayaan terhadap korban. Kepada petugas kepolisian dia menunjukkan baju sampai sepatu yang digunakan saat memukuli MHF hingga terkapar dan kehilangan nyawa setelah mendapat penanganan medis.
”Terjadi peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 03.30 WIB, di depan Restu Sport, Blok M Hub, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip Rabu (27/5).
Adapun korban penganiayaan tersebut adalah MHF. Dia meninggal dunia pada 16 Mei di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Menurut Budi, penganiayaan itu terjadi saat korban berada di sekitar lokasi kejadian bersama seorang saksi. Tidak lama, datang beberapa orang lainnya yang sempat duduk serta berbincang bersama korban.
”Sekitar pukul 03.28 WIB, terduga pelaku tiba di lokasi bersama rekannya dengan menggunakan mobil. Saat turun dari kendaraan, terduga pelaku membawa paper bag berwarna hitam yang diduga berisi botol kaca, kemudian menghampiri korban hingga terjadi adu argumentasi di area pintu masuk Blok M Hub,” beber Budi.
Tidak selesai di lokasi tersebut, perdebatan pindah ke depan Restu Sport. Di lokasi itu lah pelaku memukul korban satu kali pada bagian kepala menggunakan paper bag berisi botol kaca hingga korban terjatuh. Setelah insiden tersebut, korban sempat dibawa ke penginapan di sekitar lokasi. Korban juga dibawa ke RSPP untuk mendapatkan perawatan medis.
”Namun, kondisi korban memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 16 Mei 2026,” ujarnya.
Atas insiden tersebut, Tim Gabungan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Metro Kebayoran Baru melakukan penyelidikan. Polisi berhasil menangkap satu orang tersangka yang tidak lain adalah Woodyrman. Seorang laki-laki berusia 33 tahun berpaspor asal Brunei Darussalam.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
