Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 21.28 WIB

Pengembangan Peron di Stasiun Bogor Selesai Lebih Cepat,  Disiapkan untuk Operasional 12 Kereta

Proses pembangunan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. (PT KAI) - Image

Proses pembangunan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. (PT KAI)

JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) bersama DJKA Kementerian Perhubungan RI tengah menambah kapasitas layanan kereta di Stasiun Bogor. Dengan pembangunan peron jalur 6, 7, dan 8 ditargetkan bisa menampung operasional 12 kereta.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pertumbuhan penumpang Commuter Line di Stasiun Bogor telah menembus 155 juta orang pada 2025. Perlu ada langkah dari KAI untuk menampung pelanggan.

"Alhamdulillah, pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line," ujar Bobby di Stasiun Bogor, Senin (1/6).

Pembangunan ini dimulai pada 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Perpanjangan peron dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line 12 kereta (SF12) yang memiliki kapasitas angkut lebih besar.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan, pertumbuhan pelanggan Bogor Line menunjukkan tren yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022 volume pelanggan tercatat sebanyak 102.054.022 pelanggan, meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023.

kemudian mencapai 145.920.264 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 155.009.997 pelanggan pada 2025. Hingga April 2026, volume pelanggan Bogor Line telah mencapai 51.868.066 pelanggan. Dalam kurun tiga tahun terakhir, volume pelanggan Bogor Line bertambah sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh sekitar 51,9 persen.

Dari data tersebut, KRL jalur Bogor ini telah menjadi pilihan utama angkutan umum masyarakat. Dari fakta tersebut juga dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan fasilitan layanan ikut meningkat.

Karakteristik pengguna KRL menunjukkan bahwa 91 persen pelanggan berada pada usia produktif, sementara 52 persen perjalanan dilakukan untuk bekerja maupun bersekolah. Sebanyak 42 persen pengguna merupakan pegawai swasta dan 55 persen memiliki tingkat penghasilan hingga Rp 5 juta per bulan. 

Dinamika tersebut terlihat jelas di Stasiun Bogor yang menjadi titik awal dan akhir perjalanan bagi jutaan pelanggan setiap tahunnya. Sebagai stasiun utama pada koridor Bogor Line, aktivitas pelanggan di stasiun ini terus bertumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore