
Ilustrasi konten pornografi di handphone. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya mengungkap kasus live konten porno di media sosial (medsos) yang melibatkan anak di bawah umur. Sejauh ini, polisi sudah menangkap seorang tersangka berinisial SR.
Menurut Kanit 1 Subdit 2 Ditressiber Polda Metro Jaya Kompol Imanuel Sinaga, konten porno tersebut disiarkan secara langsung melalui beberapa akun medsos. Yakni akun medsos bernama Kamman, @pejuang_dita, dan @petugas_lcd3. Dalam konten itu, tersangka SR berperan sebagai pembawa acara sekaligus pemilik akun.
Berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan yang sudah dilakukan sejauh ini, SR sebagai pembawa acara kerap mengajak teman-teman perempuannya yang masih di bawah umur. Hasil pengungkapan kasus sementara ini, ada 2-3 orang perempuan yang turut serta sebagai talent dalam konten live porno tersebut.
”Kemudian yang kalah (challenge) rata-rata itu adalah talent-nya akan mendapatkan semacam hukuman. Contohnya lompat bintang, sehingga pada saat live streaming tersebut, lompat-lompat, memunculkan adegan-adegan yang negatif,” terang Imanuel.
Kepada polisi, tersangka SR mengaku sudah membuat konten live porno tersebut selama 3 tahun. Dari konten tersebut, dia mendapatkan keuntungan yang bersumber dari gift penonton atau saweria yang kemudian dipindahkan ke akun dompet digital milik tersangka.
”Dalam melaksanakan live streaming, para talent maupun host itu selalu menggunakan efek. Efek dalam hal live streaming. Jadi, agak sulit untuk menemukan secara spesifik terhadap orang tersebut,” jelasnya.
Baca Juga:Ramalan Karier dan Pekerjaan Zodiak Rabu 27 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo dan Virgo
Dari tangan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti yang terdiri atas 1 unit HP Oppo Reno 11 F 5G, akun media sosial berinisial K, dua akun email, serta tangkapan layar kode OTP login akun. Oleh polisi, SR dijerat menggunakan Pasal 407 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait produksi, penyiaran, penyebarluasan, atau penyediaan pornografi.
Ancaman hukuman terhadap tersangka adalah pidana penjara minimal 6 bulan dan maksimal 10 tahun. Saat ini, penyidik juga masih melakukan pendalaman terhadap mekanisme gift atau saweran yang diberikan oleh penonton kepada tersangka. Polisi memastikan, kasus itu akan diungkap sampai tuntas.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
