
Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Untuk mengungkap dugaan prostitusi anak di Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Polda Metro Jaya mengerahkan Direktorat Reserse Siber dan Direktorat PPA dan PPO. Pendalaman juga dilaksanakan bersama personel dari Polres Metro Jaksel.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa informasi awal terkait dugaan pelanggaran hukum itu bersumber dari media sosial (medsos). Sejauh ini belum ada masyarakat yang membuat laporan. Karena itu, dia berharap masyarakat yang memiliki informasi segera melapor.
”Ini informasi semua kan berangkat dari media sosial. Kami menyampaikan apabila ada masyarakat yang mengerti, memahami, mengetahui tentang seluk-beluk kejadian tersebut silakan laporkan kepada layanan 110 Polri. Kami pasti akan ditindaklanjuti,” kata dia pada Rabu (13/5).
Tidak hanya dugaan prostitusi anak di Blok M, Budi juga menyinggung soal kasus serupa di wilayah Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar). Informasi awal menyebut peristiwa terjadi pada 2024-2025. Setelah ditelusuri, polisi mendapati fakta bahwa kasus itu bukan prostitusi anak.
Baca Juga:Kasus Keracunan MBG: SPPG Tembok Dukuh Surabaya Ternyata Tak Kantongi Sertifikat Laik Higiene
Sebab, tidak ada perantara di antara pemesan jasa dan pemberi jasa. Bahkan kedua pihak sudah bersepakat sejak sebelum bertemu. Karena itu, polisi tidak menemukan unsur perbuatan prostitusi. Demikian pula dengan eksploitasi anak. Pemberi jasa dipastikan sudah berusia di atas 18 tahun.
”Yang bersangkutan bukan perempuannya bukan di bawah umur, sudah dewasa di atas 18 tahun. Dan warga negara asing itu pada saat datang ke Indonesia sudah berkomunikasi langsung, tidak menggunakan jasa seorang mami ataupun perantara, sehingga belum ditemukan adanya tindak pidana prostitusi,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, jagat media sosial (medsos) heboh dengan kabar jaringan pedofilian melibatkan Warga Negara (WN) Jepang di Indonesia. Bermula dari informasi yang diunggah oleh pemilik akun X @hunter_tnok, informasi tersebut memantik atensi publik. Jajaran kepolisian melalui Polda Metro Jaya pun turun tangan.
Budi menyatakan dugaan jaringan pedofilian yang kerap beraksi di wilayah Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel) itu kini tengah didalami oleh Ditresiber Polda Metro Jaya serta Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya. Dia meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait dengan dugaan pelanggaran hukum tersebut segera melapor.
”Polisi harus menjaga ruang-ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak apalagi terkait tentang adanya dugaan eksploitasi anak. Isu yang beredar tentang adanya WNA (Jepang) terkait dengan anak-anak dibawah umur. Ini masih didalami,” kata dia.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
