Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 00.39 WIB

Siaga Sabotase! Cara Nusantara Regas Halau Drone Ilegal di FSRU Teluk Jakarta

Stakeholder menggelar simulasi pengamanan terminal gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) terapung atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Teluk Jakarta. (Istimewa) - Image

Stakeholder menggelar simulasi pengamanan terminal gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) terapung atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Teluk Jakarta. (Istimewa)

JawaPos.com - Keamanan fasilitas energi nasional kini menghadapi tantangan baru yang lebih kompleks. Penggunaan drone ilegal dan potensi sabotase fisik kini menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi demi menjaga stabilitas pasokan energi seperti di FSRU di Teluk Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, PT Nusantara Regas menggelar simulasi ISPS Code Table Top Exercise 2026 di Kelapa Gading, Jakarta Utara (12/5). Simulasi ini fokus pada skenario pengoperasian drone di area terbatas dan penanganan sabotase pada Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Teluk Jakarta.

Mengapa Keamanan FSRU Sangat Vital?

FSRU merupakan infrastruktur strategis yang berfungsi sebagai terminal gas alam cair terapung. Jika fasilitas ini terganggu, distribusi energi nasional bisa lumpuh dan membahayakan keselamatan operasional di perairan.

Direktur Operasional PT Nusantara Regas Mahfud Fauzi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman non konvensional.

”Kegiatan ini bertujuan untuk menguji ketangkasan, koordinasi, serta kesiapsiagaan seluruh personel dan pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi ancaman non-konvensional yang kian berkembang,” ujar Mahfud Fauzi.

Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman

Pengamanan objek vital nasional tidak bisa dilakukan sendirian. Nusantara Regas menggandeng berbagai instansi maritim, mulai dari KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu, Polairud, hingga Satrol TNI AL.

Sesuai dengan standar International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, protokol komunikasi, dan respons cepat menjadi kunci utama dalam menghalau gangguan.

”Melalui simulasi ancaman drone dan sabotase ini, kita memperkuat protokol komunikasi dan respons cepat sesuai standar International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code,” ujar Mahfud.

”Kita harus selalu selangkah lebih maju dari potensi ancaman yang ada demi menjamin ketersediaan energi nasional tetap aman tanpa gangguan,” sambung dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore