
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tragedi kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menyisakan duka mendalam. Peristiwa yang merenggut 14 nyawa tersebut memicu urgensi pemerintah untuk segera menuntaskan pembangunan infrastruktur krusial di kawasan tersebut.
Pemerintah kini memastikan percepatan pembangunan flyover di lintasan sebidang kawasan Bulak Kapal–Ampera, Bekasi Timur. Langkah ini diambil sebagai solusi permanen untuk meminimalisir risiko kecelakaan di masa depan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menuturkan, pihaknya telah melakukan pembebasan lahan guna pembangunan flyover yang menghubungkan Bulak Kapal - Ampera. Pembangunan rencananya akan dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat.
Pemerintah Kota Bekasi telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan dengan total mencapai Rp106 miliar.
"Nah kita sudah selesaikan tuh, 2025 kita siapkan Rp 50 miliar, 2026 Rp56 miliar. Jadi sudah kurang lebih sekitar Rp106 miliar untuk pembebasan lahan. Nah, Pak Gubernur sesuai dengan janjinya akan yang membangun," ujarnya di Stasiun Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru mengalokasikan anggaran Rp20 miliar dari total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 250 miliar.
Guna menutupi kekurangan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad telah memerintahkan agar mengajukan surat permohonan ke Presiden guna mempercepat pembangunan Flyover.
" Nah, tadi malam Pak Dasco mengatakan, tanya ini kira-kira berapa sih kebutuhannya kalau dibangun supaya percepatan nih. Nah jadi dalam rangka mempercepat proses pembangunan. Saya sampaikan, nah hari ini saya mengirimkan surat mudah-mudahan direspon dan tadi pagi Bapak Presiden juga langsung mengatakan, bawa ini akan menjadi prioritas dan akan ditindaklanjuti," jelasnya.
Proyek flyover ini nantinya dirancang untuk menjadi solusi integrasi akses di dua titik krusial. "Jadi begini, satu titik ini akan bisa menutup dua pintu. Jadi pintu Ampera dan pintu bulak kapal bisa ditutup. Jadi dengan satu flyover," kata Tri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022