
Adik korban, Muhammad Iqbal, saat menceritakan evakuasi kakaknya, Endang Kuswanti yang berjalan 10 jam akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur (Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur menyisakan cerita yang mendalam bagi para korban maupun keluarga. Salah satunya yang dialami Endang Kuswanti, 40. Ia baru berhasil dievakuasi setelah 10 jam bertahan di antara tumpukan korban lainnya.
Adik korban, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa korban baru berhasil dievakuasi setelah 10 jam sejak pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Ia diketahui baru pulang kerja dari Pasar Baru menuju Cibitung, Bekasi.
"Itu karena posisi kakak saya itu agak paling belakang, karena menunggu dari yang sebelum-sebelumnya untuk dievakuasi gitu," ujarnya kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).
Posisi Endang yang berada di gerbong KRL khusus perempuan membuat evakuasi menjadi lebih sulit daripada korban lain. Sebab, ia dalam keadaan terjepit reruntuhan akibat tabrak kereta tersebut.
"Jadi kakak saya baru selesai dievakuasi sekitar jam 7 pagi dan langsung dibawa ke RSUD Bekasi," tutur Iqbal.
Saat ini, ia mengatakan bahwa kondisi korban masih dalam perawatan rumah sakit untuk mendiagnosis secara utuh yang dialami korban.
"Karena ketika diangkat, badan yang dia alami itu bengkak-bengkak gitu karena udah kurang lebih 10 jam di balik reruntuhan ya. Jadi saat ini kita masih menunggu hasil rontgen apakah ada patah tulang ataupun yang lain-lain, seperti itu sih," pungkas Iqbal.
Sebelumnya, kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin malam (27/4). Insiden itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.
Salah satu informasi yang diterima oleh awak media menyebutkan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan KRL atau commuter line lintas Bekasi dan kereta api jarak jauh. Dari berbagai foto dan video yang beredar, tampak beberapa gerbong hancur dan evakuasi korban masih berlangsung.
”Info lintas Daop 1 Jakarta: Terima info JPL 85 PLB 5181 tertemper mobil. Kemudian ka 4 melintas langsung Bekasi oleh PPKP sudah diinstruksikan untuk berhati-hati dikarenakan di jalur hilir terjadi temperan dan didepannya PLB 5568a,” bunyi informasi tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
