
Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan tumpukan sampah yang menggunung dan tak kunjung diangkut
JawaPos.com - Tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur mengganggu aktivitas niaga. Pedagang kecewa dengan pengelolaan sampah yang dinilai tidak serius, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat yang beraktivitas di sana.
Salah seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Susanti, 49, menilai penanganan sampah di pasar tersebut tidak kunjung membaik. Padahal, pedagang terus menjalankan kewajiban pembayaran retribusi kebersihan.
Menurut dia, pedagang dikenakan biaya retribusi sekitar Rp 600-Rp 900 ribu per bulan, tergantung luas kios. Namun, kondisi lingkungan pasar dinilai tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
"Tidak ada keringanan, padahal sampah numpuk terus. Kita tetap ditagih tiap bulan, bahkan telat sedikit langsung diperingati," tutur Susanti, dikutip dari Antara, Senin (30/3).
Dia juga menyebutkan pedagang merasa dirugikan karena harus menanggung dampak langsung dari buruknya pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Maka dari itu, dia berharap ada langkah cepat dari pengelola pasar maupun pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah yang terus berulang.
"Kalau dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan di lingkungan pasar," ucap Susanti.
Pedagang lain, Suratno, 52, juga mengeluhkan tumpukan sampah yang menggunung dan tak kunjung diangkut hingga mengganggu aktivitas jual beli.
"Sekarang makin menyempit jalannya karena sampah menggunung gitu. Dulu masih lega, sekarang kendaraan susah lewat," kata.
Dia mengeluhkan kondisi tersebut mengganggu aktivitas jual beli, terutama karena bau menyengat dan akses jalan yang semakin menyempit. Apalagi, keluhan tersebut datang dari sejumlah pedagang yang setiap hari beraktivitas di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
