
Ilustrasi kawasan wisata Pantai Ancol sambut wisatawan di momen libur Lebaran. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com–Hari pertama Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah langsung disambut dengan gelombang wisatawan yang memadati kawasan pantai di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara. Sejak pagi, suasana libur Lebaran sudah terasa begitu hidup, dipenuhi keluarga yang datang untuk menikmati momen kebersamaan di tepi laut.
Sabtu (21/3), menjadi awal pergerakan besar masyarakat yang memilih tidak bepergian jauh ke luar kota. Ancol pun kembali menunjukkan posisinya sebagai destinasi favorit warga Jabodetabek.
Dari pintu masuk hingga garis pantai, arus pengunjung tampak mengalir tanpa henti, menciptakan kepadatan di sejumlah titik. Tak hanya untuk berwisata, kawasan ini juga menjadi tempat pelaksanaan ibadah.
Ribuan orang datang sejak pagi untuk mengikuti shalat Idul Fitri di Pantai Lagoon. Tahun ini terasa lebih istimewa karena lokasi shalat berada di area yang berdekatan dengan pembangunan Masjid Apung, menambah nuansa religius yang kuat di tengah suasana liburan.
Humas Ancol Taman Impian Daniel Windriatmoko menyebut, sekitar 2.000 jamaah ikut dalam pelaksanaan shalat Id tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari awal ramainya aktivitas di kawasan Ancol pada hari pertama Lebaran.
Seiring berjalannya waktu, jumlah pengunjung terus bertambah. Hingga sore hari pukul 17.00 WIB, total kunjungan tercatat mencapai 25.970 orang. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan hari pertama Lebaran di ruang terbuka yang mudah dijangkau.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Kerahkan 1.810 Personel untuk Amankan Malam Takbiran Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah
Menurut Daniel, lonjakan ini belum mencapai puncaknya. ”Prediksi paling padat pengunjung ada di hari kedua dan hari ketiga Lebaran,” ujar dia.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Dengan akses yang relatif mudah, fasilitas yang lengkap, serta beragam pilihan hiburan dan harga tiket masuk yang murah, Ancol menjadi solusi praktis bagi warga yang ingin berlibur tanpa harus menghadapi perjalanan jauh dan melelahkan.
Melihat tren yang terjadi di hari pertama, pengelola memperkirakan jumlah pengunjung akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Momentum libur panjang Lebaran menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan masyarakat menuju destinasi wisata dalam kota.
