
Ilustrasi anak terkena campak. (dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman penyakit campak. Meski Jakarta saat ini masih tercatat nihil kasus positif, lonjakan kasus di wilayah penyangga mulai menjadi alarm bagi warga ibu kota.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menegaskan, kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama saat mobilitas warga meningkat menjelang hari raya Idulfitri.
Interaksi sosial yang tinggi saat Lebaran menjadi celah penyebaran virus, terutama bagi kelompok usia anak-anak. Ani mengingatkan masyarakat untuk menahan diri dalam mengekspresikan kasih sayang secara fisik kepada bayi atau balita guna mencegah penularan.
"Jadi, bayi dan anak-anak harus kita jaga benar. Salah satu pesannya adalah jangan suka memegang atau mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan," tegas Ani.
Belum Ada Kasus Positif di Jakarta
Hingga saat ini, sistem pemantauan kesehatan di Jakarta masih menunjukkan hasil negatif untuk infeksi campak. Dinkes DKI terus melakukan surveilans ketat di berbagai fasilitas kesehatan (faskes).
"Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif. Jadi kami melakukan pemantauan dengan melakukan surveilans. Ada beberapa lokasi faskes yang menjadi lokasi surveilans untuk ILI (Influenza Like Illness) dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection)-nya," terangnya.
Nantinya, jika ditemukan warga yang mengalami gejala, akan langsung dilakukan pengecekan sampel di laboratorium.
"Tapi sejauh ini untuk domisili di Jakarta belum ada, tetapi daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada," ungkapnya.
Efek Domino Vaksinasi Era Pandemi
Munculnya kasus di daerah sekitar Jakarta diduga berkaitan dengan cakupan vaksinasi yang sempat kendur selama masa pandemi COVID-19. Ani menyebut banyak daerah yang belum mencapai target imunisasi maksimal.
Meskipun pengawasan diperketat, Jakarta belum berencana melakukan imunisasi massal dalam waktu dekat karena status kasus yang masih nihil.
"Upayanya adalah pemantauan dan surveilans untuk melihat perkembangan kasusnya. Karena belum ada kasus, jadi kita belum melakukan imunisasi massal," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
