
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Masria Pane/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga ibu kota tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying BBM. Imbauan ini muncul menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap dampak konflik global yang kian memanas antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Pramono menegaskan, stok BBM untuk wilayah Jakarta berada dalam kondisi stabil dan aman karena dikelola melalui koordinasi ketat antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat.
"Semua stok di Jakarta ini pasti dikelola bersama-sama dengan pemerintah pusat, bukan kemudian dikelola oleh pemda sendiri. Tetapi, dikelola bersama-sama, karena saya meyakini di Jakarta tidak akan ada panic buying untuk urusan BBM," ujar Pramono saat ditemui di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).
Jakarta Jadi Prioritas Distribusi BBM Nasional
Pramono menjelaskan bahwa distribusi BBM ke Jakarta tidak akan terganggu meski tensi geopolitik dunia sedang bergejolak.
Apalagi, saat ini Jakarta sedang bersiap menghadapi lonjakan mobilitas warga menjelang musim mudik Lebaran. Koordinasi dengan pemerintah pusat memastikan rantai pasok tetap terjaga hingga ke SPBU.
"Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri," tambah Pramono.
Persiapan Mudik Lebaran Tanpa Kendala BBM
Selain isu perang di Timur Tengah, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran transportasi bagi masyarakat yang akan merayakan Idulfitri di kampung halaman. Pramono optimis distribusi BBM akan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Meskipun jaminan stok sudah diberikan, ia tetap mengingatkan warga untuk tetap bijak dalam mengonsumsi bahan bakar dan tidak terpancing isu-isu yang memicu pembelian berlebihan.
"Mudah-mudahan di BBM di Jakarta dalam rangka menyambut Idulfitri terutama bagi yang mudik itu bisa berjalan dengan baik," imbuhnya.
