
Ilustrasi: Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). (istimewa)
JawaPos.com - Anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono mengatakan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) hadir di tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Menurutnya, saat ini AMDK sudah bisa dikatakan menjadi kebutuhan pokok di masyarakat.
“Memang air minum AMDK ini ada dan semarak sampai 700 perusahaan yang luar biasa. Ini muncul karena ketidakbecusan daripada PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) kita. Jadi, tidak bisa disalahkan. Karena AMDK itu hadir justru untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Industri Air Minum dengan Kementerian Perindustrian di Jakarta, Rabu (4/2).
Menurut Bambang yang sering disapa BHS ini, meskipun harga tarif PDAM itu murah, tapi banyak yang tidak sesuai dengan mutu dan juga jumlah. “Jadi, ada yang 30 persen baru jaringannya terdistribusi kepada masyarakat. Ada yang 50 persen. Kebetulan di Dapil saya di Sidoarjo 35 persen. Ini yang menjadikan akhirnya hampir semua masyarakat itu minum dengan AMDK, air minum dalam kemasan,” katanya.
Jadi, katanya, AMDK sekarang telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat akibat minimnya akses air bersih perpipaan atau PDAM.
Namun demikian, dia juga meminta agar industri AMDK itu tidak menjual produknya dengan harga yang terlalu tinggi di masyarakat. Apalagi, menurutnya, AMDK itu sudah dikategorikan sebagai kebutuhan pokok untuk air minum di masyarakat.
Dia mencontohkan untuk kondisi saat ini, di mana jika masyarakat ini harus minum dengan harga Rp 5.000 per liter, maka untuk 1 meter kubik itu masyarakat harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 5 juta. “Ini yang terjadi sekarang. Memang perusahaan harus untung, tapi kalau bisa ya harganya jangan terlalu tinggi seperti itulah. Apalagi AMDK itu kan sudah menjadi kebutuhan pokok yang setiap harinya harus dikonsumsi masyarakat,” tukasnya.
Dia pun membandingkan dengan kondisi tata kelola air minum di Eropa. Di sini, masyarakat bisa mengakses air minum layak konsumsi dengan harga jauh lebih murah, meskipun pendapatan per kapita warganya jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Adapun standar harga air minum di Eropa itu sebesar Rp150.000 per 1 meter kubik atau 1.000 liter. “Jadi, harga air minum di Eropa itu hanya Rp150 per liternya,” tuturnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
