
Pelaku yang mengancam Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat Penertiban PKL di teluk Pucung. Tri Adhianto mengaku sudah memaafkan. (Instagram)
JawaPos.com - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto buka suara terkait insiden menegangkan saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Teluk Pucung, Bekasi Utara, pada Minggu (8/2) lalu.
Tri Adhianto membenarkan bahwa ia sempat diancam dengan senjata tajam oleh seorang warga. meski begitu, Tri memastikan tidak akan menempuh jalur hukum.
Diketahui, insiden ini bermula ketika Tri Adhianto bersama petugas gabungan melakukan penertiban sampah visual dan PKL.
Di tengah proses tersebut, seorang warga bernama Barmizon, 60, terpancing emosi dan mengayunkan golok ke arah rombongan.
Alih-alih merasa terancam, Tri Adhianto justru menanggapi peristiwa tersebut dengan kepala dingin.
Ia menegaskan tidak akan melaporkan pelaku ke pihak kepolisian dan menganggap masalah ini sudah selesai secara kekeluargaan.
"Saya kira nggak ada, aman (nggak lapor polisi),” ujar Tri, dikutip dari Radar Bekasi (Jawa Pos Group), Senin (9/2).
Tri mengaku sudah memaafkan tindakan Barmizon bahkan sebelum yang bersangkutan meminta maaf secara resmi.
Baginya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan untuk memberikan pemahaman.
"Sebelum dia mengucapkan maaf juga sudah saya maafkan, jadi saya kira kita bukan masalah ancaman dan masalah golok. Tapi kita ingin menyakinkan negara harus hadir saya kira itu," tuturnya.
Belajar dari kejadian di Teluk Pucung, Tri mengingatkan seluruh jajaran aparatur Pemkot Bekasi agar tetap tenang dalam menjalankan tugas di lapangan. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan persuasif.
Ia berharap petugas tidak mudah terpancing emosi meskipun menghadapi penolakan keras dari warga. Sebab, masyarakat yang ditertibkan tetaplah bagian dari keluarga besar Kota Bekasi.
"Kan juga sebagai aparatur bukan represif, karena itu kan warga kita, sodara kita yang perlu itu adalah tadi kita elus, kita sadarkan ada satu proses yang memang tidak baik. Justru saya ingin mengingatkan aparatur saya untuk tidak terpancing," imbuhnya.
Di sisi lain, Barmizon, 60, yang sempat diamankan di Mapolsek Bekasi Utara menyampaikan permohonan maaf yang mendalam. Ia mengaku tindakan nekatnya murni karena kesalahpahaman dan luapan emosi sesaat.
Permintaan maaf tersebut ditujukan langsung kepada Wali Kota Bekasi, Kapolres Metro Bekasi Kota, dan Dandim 0507/Bekasi.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
