
Tangkapan layar detik-detik ketiga pelajar berboncengan dengan sepeda motor untuk mencari target korban penyiraman air keras. (Istimewa)
JawaPos.com - Tiga orang pelajar di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, nekat melakukan penyiraman air keras terhadap pelajar lainnya. Mirisnya, aksi tersebut dilakukan secara acak tanpa motif dendam tertentu.
Insiden yang terekam kamera CCTV dan viral di media sosial ini terjadi pada Jumat (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam video tersebut, para pelaku yang berboncengan motor langsung menyiramkan cairan kimia berbahaya saat berpapasan dengan korban di jalanan.
Tak butuh waktu lama, Polres Metro Jakarta Pusat langsung bergerak cepat. Ketiga pelaku berhasil diringkus pada Minggu (8/2) malam setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam dan analisis video.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menuturkan, kasus ini kini ditangani oleh Satuan Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), karena melibatkan anak di bawah umur.
"Mengenai perkara tersebut, betul sudah ada (laporan) dari orang tua korban yang datang ke polsek Cempaka Putih yang kemudian diarahkan ke Polres Jakpus karena ini perkara yang melibatkan kemungkinan dari pelaku maupun korban adalah anak-anak di bawah umur, sehingga diterima oleh Polres Jakpus yang ada satuan perlindungan perempuan dan anak," jelas AKBP Roby, Senin (9/2).
Dampak dari siraman air keras tersebut cukup fatal. Salah satu korban dilaporkan mengalami cedera serius pada indra penglihatannya dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.
"Untuk korban sendiri ada luka dan Cedera di bagian mata yang sempat di tangani di rs tapi saat ini sudah kembali ke rumah," ungkap Roby.
Polisi memastikan akan menindak tegas para pelaku sesuai aturan yang berlaku bagi anak di bawah umur. Hingga saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi tambahan untuk memperkuat berkas perkara.
"Kami dari sat Polres Jakpus berkomitmen untuk menangani perkara anak di bawah umur ini baik pelaku maupun korbannya dengan hati-hati namun tetap tegas. Dan kami yakini kepada masyarakat untuk tetap percaya bahwa kami akan menanganinya dengan sungguh-sungguh," tutur AKBP Roby.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
