Gubernur DKI Jakarta memperpanjang operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah banjir. (Istimewa)
JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam mengantisipasi cuaca ekstrem. Yang sebelumnya, dilaksanakan hingga 23 Januari 2026, diperpanjang menjadi 27 Januari 2026. Hal itu untuk mencegah terjadinya banjir parah di Jakarta dampak cuaca ekstrem.
''Kenapa diperpanjang? Saya tidak mau terulang kembali bahwa kami tidak persiapkan untuk itu. Walaupun menyangkut OMC ini ada kritikan dari banyak orang,'' terang Pramono. Tidak hanya waktu, Pramono juga memerintahkan agar penerbangan penaburan garam dengan OMC itu juga ditingkatkan intensitasnya.
''Harusnya, modifikasi hanya satu kali, saya langsung perintahkan hingga tiga kali karena memang secara signifikan memang berpengaruh,'' terangnya.
Untuk anggaran OMC itu, dia menyebutkan sudah disiapkan melalui APBD DKI. Namun, dia tidak merincikan alokasi anggarannya. ''Budgetnya sudah tersedia, sudah kami sediakan sampai 30 hari ke depan sehingga tidak ada hambatan atau handicap terhadap itu,'' terangnya.
Tidak hanya itu, Pramono juga OMC tidak hanya diperuntukkan untuk antisipasi cuaca ekstrem di Jakarta, tetapi juga daerah penyangga Bodetabek. Hal itu disampaikan Pramono menanggapi pembentukan Tim Khusus Antisipasi Cuaca Ekstrem di Pulau Jawa oleh Presiden Prabowo. Kebijakan itu diambil Pramono karena daerah tidak memiliki anggaran melaksanakan OMC tersebut.
''Mungkin daerah lain, biaya untuk OMC kan pasti nggak ada sehingga dengan demikian Jakarta pasti akan berkontribusi untuk itu. Termasuk didalamnya kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Pusat, sehingga beberapa daerah yang ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Pusat, tetapi untuk Jabodetabek untuk OMC dan sebagainya kami (DKI) yang melakukan. Jadi apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk Jakarta pasti kami jalankan,'' tambahnya.
Terkait kritik LBH Jakarta dan Walhi yang menyebutkan OMC itu mengulang kebiasaan usang gubernur Jakarta terdahulu dalam menangani banjir, Pramono membantahnya. Menurutnya, dia tidak mengulang kebiasaan usang karena selain OMC, dia juga menjalankan normalisasi untuk mengatasi banjir. Mulai dari normalisasi Kali Krukut hingga Ciliwung, yang membutuhkan dana besar.
''Prinsipnya, saya tidak mengulang hal yang lama. Lalu, penanganan dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan given, bukan kita yang membuat. Cuaca ekstrem ini kan apa alam yang memberikan sehingga dengan demikian harus kami tangani,'' imbuhnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
