
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (Muhtamimah/Jawa Pos)
JawaPos.com - Aksi pelecehan seksual siswa oleh guru kembali terjadi. Kali ini menimpa para pelajar salah satu SD di kawasan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Atas kasus tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengecam tindakan pelaku dan mendorong agar aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas.
Menurut Benyamin, tindakan tersebut sama saja dengan pengkhianatan terhadap dunia pendidikan. Sebagai orang nomor satu di Tangsel, dia tidak bisa mentoleransi perbuatan pelaku. Dia memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel mengambil langkah tegas dan tanpa kompromi. Selain mendorong proses hukum pidana, sanksi administratif berat dipastikan akan dijatuhkan kepada pelaku.
”Saya mengutuk keras tindakan itu, itu adalah perbuatan yang sangat keji dilakukan di lingkungan pendidikan,” kata dia pada Selasa (20/1).
Benyamin menyatakan bahwa dirinya sudah menginstruksikan kepada jajaran Pemkot Tangsel untuk memberikan sanksi yang paling tegas sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku. Tidak hanya itu, dia menjamin pelaku tidak lagi memiliki tempat di lingkungan sekolah. Dia tidak ingin peristiwa serupa terjadi lagi dan siswa di Tangsel menjadi korban. Untuk proses hukum, dia menyerahkan kepada polisi.
”Kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Saya minta kasus ini diproses seadil-adilnya. Kami akan kawal sampai tuntas agar para korban mendapatkan keadilan yang layak,” ujarnya.
Tidak berhenti sampai di situ, Benyamin juga mengeluarkan instruksi khusus kepada jajaran Dinas Pendidikan Tangsel. Dia meminta dinas pendidikan segera melakukan langkah preventif dan melaksanakan evaluasi menyeluruh. Benyamin tidak ingin ada ruang gelap di sekolah yang luput dari pengawasan. Sehingga dinilai perlu evaluasi total.
”Saya instruksikan kepala dinas pendidikan segera mengaudit sistem pengawasan di seluruh sekolah. Pastikan setiap sudut sekolah terpantau dan tidak ada celah bagi oknum untuk melakukan tindakan menyimpang,” kata dia.
Lebih lanjut, Benyamin meminta evaluasi dilakukan secara berkala. Khususnya pada rekam jejak dan perilaku tenaga pendidik di Tangsel. Selain pengawasan fisik, dia juga meminta Dinas Pendidikan Tangsel memperkuat pembekalan moral dan integritas seluruh guru. Menurut dia, guru tidak hanya bertugas mendidik, melainkan harus memberikan perlindungan kepada siswa.
”Saya tidak mau lagi mendengar ada laporan terlambat atau ditutup-tutupi. Jika ada indikasi, langsung tindak dan laporkan,” imbuhnya.
Benyamin juga memastikan, negara hadir untuk memulihkan kondisi psikis para siswa yang terdampak melalui pendampingan intensif dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Tangsel. Dia menyatakan bahwa fokus instansinya adalah masa depan anak-anak tersebut. Untuk itu, UPTD PPA Tangsel akan memberikan pendampingan secara berkala.
”Termasuk mengawal proses hukum agar anak-anak tetap merasa terlindungi selama proses ini berjalan,” pungkasnya.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
