Ilustrasi pelecehan seksual (Dok/JawaPos)
JawaPos.com - Pelaku dugaan pelecehan seksual dengan modus percakapan seksis dalam grup chat WhatsApp di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dijatuhi sanksi permintaan maaf dan mencium kaki kedua orang tua.
Kasie Prevensi dan Intervensi Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Unesa, Putri Aisyiyah Rachma Dewi, membenarkan permintaan mencium kaki kedua orang tua disertai permintaan maaf.
“Itu bagian dari refleksi diri, bukan sanksi. Satgas minta setelah ini tugas kalian (terduga pelaku) meminta maaf ke orang tua yang sudah bersusah payah mencarikan uang untuk kuliah dan segala macam," tutur Putri, Senin (20/7).
"Minta maaf pada ibumu, cium kaki kedua orang tuamu, sebelum kami berbicara dengan mereka minggu depan,” lanjutnya menuturkan ulang ucapan PPIS terdahap terduga pelaku pelecehan seksual.
Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan Fakultas Vokasi Unesa, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, setelah viral tangkapan layar percakapan group WA yang seksis dan mengobjektifikasi korban.
Adapun terduga pelaku berjumlah 6 orang, yakni mahasiswa Fakultas Vokasi berinisial RY, HA, AD, RE, JO, dan DO. Mereka diduga melakukan pelecehan verbal terhadap 26 orang, yakni 22 mahasiswa dan 4 dosen.
Putri menjelaskan, permintaan sujud dan mencium kaki orang tua adalah bentuk refleksi serta pengakuan terduga pelaku atas perbuatannya, sebelum pihak PPIS memanggil orang tua mereka terkait insiden tersebut.
“Jadi memang dari satgas sendiri akan bertemu sama orang tua pelaku, menyampaikan situasi dan kondisinya dan mempersiapkan mereka untuk berbagai kemungkinan, entah itu skorsing atau DO (drop out)," terang Putri.
Menurut Putri, pelibatan orang tua bertujuan agar mereka ikut berperan dalam pengawasan dan pembinaan anak-anaknya, sehingga proses penanganan kasus tidak hanya dilakukan oleh pihak kampus.
“Artinya kami kan hanya bisa menjangkau saat (pelaku) di dalam kampus. Tetapi kalau sudah di luar kampus nggak bisa, yang bisa ya orang tua. Makanya kenapa kami ingin juga memberitahukan kepada orang tua,” ujarnya.
Selain aksi sujud dan mencium kaki kedua orang tua, pihak PPIS Universitas Negeri Surabaya juga meminta terduga pelaku agar refleksi tersebut direkam dalam bentuk video dan dikirimkan ke kampus sebagai bukti.
“Tetapi di sini kami tegaskan agar jangan fokus ke buat videonya. Paling penting adalah esensi meminta maafnya. Ya memang video sebagai bukti, tetapi didahului dengan meminta maaf secara tulus,” pungkas Putri.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
