
Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN
JawaPos.com - Penyebab kematian satu keluarga di Warkas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), masih belum diketahui. Meski ada dugaan keracunan makanan, sampai saat ini (5/1) polisi menunggu hasil uji toksikologi terhadap para korban.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakut, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman. Karena itu, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian. Apalagi pemeriksaan medis terhadap para korban masih berlangsung.
”Untuk penyebab (kematian satu keluarga di Warakas) masih dianalisa,” kata Onkoseno saat dikonfirmasi oleh awak media.
Menurut Onkoseno, pengungkapan kasus itu akan terang benderang setelah uji toksikologi selesai dilakukan. Saat ini, proses uji toksikologi masih dilakukan oleh tim kedokteran forensik. Dia menyatakan bahwa hasil uji toksikologi itu yang akan menjadi kunci pengungkapan kasus tersebut.
”itu (hasil uji toksikologi oleh tim forensik) belum tahu kapan keluar dan bisa diungkap,” imbuhnya.
Meski begitu, Onkoseno secara tegas menyatakan bahwa pihaknya akan mengungkap kasus tersebut sampai selesai. Sebelumnya, kabar menggegerkan datang dari Warakas pada Jumat (2/1). Pemilik akun media sosial X @wongdalang mengunggah informasi mengenai temuan 3 jenazah di salah satu rumah yang berada di daerah tersebut.
”Ditemukan meninggal dunia 1 keluarga di Warakas Gang 10. Dari 4 orang, 3 orang meninggal dunia, 1 orang dibawa ke rumah sakit. Saat ini dalam penanganan Polsek Tanjung Priok,” tulis pemilik akun tersebut.
Unggahan itu langsung menyebar dari satu pesan WhatsApp ke pesan WhatsApp lainnya. Polres Metro Jakut tidak menampik informasi itu. Kasi Humas Polres Metro Jakut Ipda Maryati Jonggi membenarkan temuan tersebut. Dia menyatakan bahwa polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi temuan 3 jenazah tersebut.
”Betul (informasi dari X tersebut), sudah dilakukan oleh TKP dan sedang dilakukan penyelidikan,” ungkap dia ketika dikonfirmasi oleh awak media.
Belakangan diketahui bahwa 3 korban tewas masing-masing bernama Siti Solihah, Afiah Al Adilah Jamaludin, dan Adnan Al Abrar Jamaludin. Berdasar data pada kartu keluarga, para korban adalah ibu dan anak. Selain itu, satu korban lain harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Korban selamat itu bernama Abdullah Syauqi Jamaludin.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
