
Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta, Selasa (09/12/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
JawaPos.com – Babak baru pengusutan tragedi kebakaran maut yang menewaskan 22 orang di gedung PT Terra Drone Indonesia, Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya dimulai.
Polisi secara resmi menetapkan Direktur Utama (Dirut) Terra Drone berinisial MW sebagai tersangka.
Langkah tegas ini diambil menyusul serangkaian pemeriksaan intensif pasca-kebakaran hebat yang terjadi pada Selasa (9/12) lalu.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengonfirmasi penetapan tersangka pimpinan perusahaan drone tersebut.
"Iya, kemarin (Dirut PT Terra Drone ditetapkan sebagai tersangka)," ujar Roby Saputra, Kamis (11/12).
Meski MW telah ditetapkan sebagai tersangka utama, polisi menegaskan penyelidikan kebakaran ini belum berhenti. Hingga kini, baru satu orang yang dimintai pertanggungjawaban pidana, namun pengembangan kasus masih terus berjalan.
"Itu dulu (satu orang ditetapkan tersangka)," tambah Roby.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Selasa (9/12) pukul 12.43 WIB. Api dengan cepat melahap gedung, menjebak puluhan karyawan di dalamnya. Total 22 nyawa melayang. Terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki, termasuk seorang ibu hamil.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombespol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, api bermula dari lantai dasar. Diduga kuat, pemicunya adalah baterai litium yang terbakar, memicu asap tebal yang menyebar cepat hingga ke lantai 6.
"Ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar," ungkap Susatyo di lokasi kejadian, Selasa (9/12).
Hasil identifikasi RS Polri memperkuat dugaan bahwa mayoritas korban tidak tewas karena luka bakar langsung, melainkan akibat kehabisan oksigen setelah menghirup asap pekat dan gas karbon monoksida.
Polisi memastikan tidak akan pandang bulu. Selain manajemen operasional, pemilik gedung juga masuk dalam radar pemeriksaan.
"Dari Polres Jakarta Pusat juga melakukan pemeriksaan kepada semua saksi-saksi, termasuk nanti pemilik usaha maupun pemilik gedung," tegas Kombes Susatyo.
Sorotan tajam datang dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia secara blak-blakan menyebut adanya dugaan pelanggaran standar keselamatan bangunan yang fatal.
Menurut dia, banyaknya korban jiwa dalam insiden ini bukan semata-mata karena api, melainkan karena gedung tersebut disinyalir dibangun tanpa mempedulikan aturan keselamatan (safety).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
