
Petugas memotong batang pohon tumbang yang menutupi Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten Selasa (7/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Musim hujan dengan potensi angin kencang diprediksi akan berlangsung hingga Desember 2025 di Jakarta. Untuk mengantisipasi kondisi itu, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI melaksanakan apel penopingan serentak di Posko Pohon Tumbang, Jalan Aipda KS Tubun, Jakarta Pusat, kemarin (9/11).
Kepala Bidang Jalur Hijau Distamhut DKI Herlina Merinda menuturkan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Utamanya, pohon tumbang.
“Penopingan serentak ini merupakan upaya untuk meminimalkan risiko pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem. Seluruh jajaran kami, dari tingkat dinas hingga kecamatan, siap siaga di lapangan dengan peralatan yang memadai,” ujar Herlina.
Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan dan angin kencang di wilayah Jakarta diprediksi meningkat hingga akhir 2025. Oleh karena itu, Jakarta perlu meningkatkan kesiapsiagaan dari personel, sarana, hingga prasarana.
Selain menjaga keselamatan warga, penopingan juga menjadi bagian dari pemeliharaan ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen mewujudkan Jakarta yang hijau, aman, dan tangguh terhadap perubahan iklim,” tegas Herlina.
Pemprov DKI juga disebutkannya terus menjalankan program peremajaan pohon di berbagai titik rawan. Pohon tidak sehat atau berisiko tumbang akan diganti dengan jenis yang lebih kuat dan adaptif terhadap kondisi lingkungan perkotaan.
Evaluasi rutin dilakukan terhadap kesehatan pohon, termasuk sistem perakaran, struktur cabang, hingga kerapatan tajuk.
Kegiatan penopingan kali ini melibatkan 880 personel dari 44 kecamatan, lima suku dinas, dan dinas. Distamhut menyiapkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya 156 unit chainsaw, 69 truk angkut sampah, 15 mobil tangga, 13 mobil crane, dan 20 motor trail untuk patroli cepat di lokasi sulit dijangkau.
Penopingan dilakukan di lima wilayah administrasi DKI Jakarta. Di tingkat dinas, kegiatan difokuskan di Jalan Teuku Umar, Jalan Medan Merdeka Selatan, serta Jalan Gatot Subroto (samping BRIPENS dan depan The Tower). Sementara titik lainnya dilakukan oleh suku dinas.
Adapun titik lain penopingan tersebar di sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur. Antara lain Jalan Cideng Barat, Jalan Pademangan, Jalan Tanjung Duren Barat, Jalan Iskandarmuda, hingga Jalan Raya Bogor–Hankam.
Distamhut menegaskan, pemeliharaan dan pengelolaan pohon secara rutin merupakan bagian penting dari program #JagaJakarta, gerakan untuk menciptakan kota yang berketahanan terhadap cuaca ekstrem, nyaman, dan berkelanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di sekitar pohon besar saat hujan deras dan angin kencang. Tim kami siaga 24 jam melalui posko dan petugas lapangan di setiap wilayah,” pungkas Herlina.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
