
Penumpang menaiki kereta LRT Jakarta di Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (17/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Jakarta direncanakan memiliki lintasan kereta sepanjang total 602,64 kilometer dalam beberapa tahun ke depan.
Hal itu tertuang dalam Rencana induk Perkeretaapian Perkotaan (RIPP) DKI Jakarta. Lebih dari Sepertiganya, yakni 221,32 kilometer atau sekitar 37 persen dibangun Pemprov DKI Jakarta dan 381,32 kilometer dibangun Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo menjelaskan, dari rencana pembangunan oleh Pemprov DKI Jakarta, yang sudah terbangun saat ini ada dua.
Yakni MRT Lebak Bulus- Bundaran HI sepanjang 16 kilometer dan LRT Jakarta Pegangsaan Dua-Velodrome sepanjang 5,8 kilometer.
Lalu, yang sedang proses pembangunan ada Bundaran HI-Kota sepanjang 6,3 kilometer dan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai 6,4 kilometer.
''Nantinya, kalau MRT Selatan-Utara itu sampai Ancol maka panjangnya lintasannya bertambah 6 kilometer, maka totalnya mencapai 28,3 kilometer,'' jelasnya.
Tidak berhenti sampai Ancol, MRT Jakarta juga akan memperpanjang lintasan itu dengan pembangunan Timur Barat, yakni dari Kembangan-Medan Satria sepanjang 33,7 kilometer.
Demikian juga LRT Jakarta. Selain lintas dari Pegangsaan Dua-Manggarai dengan total lintasan 12,2 kilometer, lintasan lainnya juga akan dibangun.
Di antaranya LRT Jakarta Kelapa Gading-JIS, Velodrome-Kalender, JIS-Rajawali, Klender-Halim, hingga Pulo Gebang-Joglo.
Sementara untuk proyek perkeretaapian oleh pemerintah pusat, dari 381,32 kilometer, yang sudah terbangun saat ini adalah LRT Jabodebek sepanjang 44,3 kilometer.
Kemudian KRL Commuterline yang ada di wilayah di Jakarta sepanjang 86,7 kilometer. Sementara untuk Kereta Cepat KCIC, itu sepanjang 3,2 kilometer.
''Itu dari Halim sampai dengan batas administrasi dengan Bekasi. Dan ada juga rencana untuk pembangunan Elevated Loop Line sepanjang 32 kilometer,'' jelasnya.
Jadi, lanjutnya, dari Manggarai-Kota yang sekarang sudah itu akan disiapkan elevated line. Hal itu disiapkan untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik dan mencegah kemacetan lalu lintas di Jakarta.
Syafrin juga menyebutkan, seluruh rencana pembangunan lintasan kereta itu sudah masuk dalam Rencana Induk Transportasi Jakarta, sekaligus sebagai bagian dari Rencana Induk Perkeretaapian Nasional.
''Kami terus melakukan koordinasi, konsolidasi, dan berbagai upaya agar program dan proyek ini, yang masuk proyek strategis nasional ini bisa kami tuntaskan sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan,'' katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022