Ilustrasi kawasan tanpa rokok. Pansus DPRD DKI Jakarta targetkan Perda KTR rampung bulan ini. (dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas kawasan tanpa rokok (KTR) masih menuai penolakan. Dalam draf Raperda, pasar tradisional termasuk dalam kawasan tanpa rokok.
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menilai kebijakan ini akan berdampak langsung terhadap pendapatan para pedagang kecil.
Sekretaris Jenderal APPSI Mujiburohman menyatakan keberatan para pedagang jika pasar tradisional ikut dimasukkan dalam perluasan KTR.
"Dari sisi pedagang, anggota kami keberatan jika pasar tradisional dimasukkan dalam perluasan KTR. Ini jelas akan mengurangi pendapatan pedagang," ujarnya, Kamis (9/10).
Mujiburohman mengaku hingga kini pihaknya tidak pernah dilibatkan untuk dimintai masukan raperda KTR. Ia menilai aturan tersebut akan menambah beban pedagang kecil yang sudah lebih dulu terdampak berbagai kebijakan pembatasan.
APPSI juga menyoroti pasal pelarangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari sekolah dan tempat bermain anak. Menurut Mujiburohman, aturan ini bisa mengancam penghidupan jutaan pedagang di seluruh Indonesia.
"Bagaimana mungkin aturan seperti itu diterapkan? Kami tidak setuju. Pemerintah seharusnya fokus pada pengaturan, bukan pelarangan. Atur tempat merokok seadil mungkin, bukan melarang tempat berjualan. Ini menyangkut penghidupan pedagang dan keluarganya," tegasnya.
Mujiburohman menambahkan, pemerintah perlu berpikir lebih komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang, bukan malah mempersempit ruang usaha mereka.
"Tolong lindungi pedagang kecil, penjual keliling, dan warung-warung. Raperda KTR jangan mempersulit aturan berjualan karena ini berdampak langsung pada omzet," lanjutnya.
Meski menolak perluasan KTR, APPSI menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung perlindungan anak-anak dari rokok.
"Mari bersama-sama kita tingkatkan edukasi, bukan fokus pada pelarangan penjualan produk legal yang bercukai," imbuhnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
