
Stasiun MRT Monas jadi stasiun dengan travelator pertama di Indonesia. (Masria Pane/Jawapos)
JawaPos.com - Rencana perluasan jalur MRT Jakarta hingga Banten menuai tanggapan positif dari kalangan transportasi. Namun, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jakarta, Yusa Cahya Permana, mengingatkan agar proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.
Menurutnya, keberhasilan proyek transportasi massal bergantung pada integrasi antar moda dan keterlibatan pemerintah daerah dalam perencanaan kawasan.
"Kalau ini ingin sukses ya harus terintegrasi, Pemdanya tetap harus berpikir bagaimana memasukkan jalur ini sebagai strategi besar pergerakan kawasannya. Ini kan yang sering nggak jalan. Seakan-akan dengan ada satu proyek lalu semua masalah selesai. Nggak bisa," ujar Yusa kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Menurutnya, tanpa sistem pengumpan (feeder) yang memadai, MRT sulit menjangkau penumpang dari wilayah sekitar. Ia mencontohkan keberhasilan LRT Jabodebek yang meningkat pesat setelah sistem koneksi dengan kawasan sekitarnya dibenahi.
"Langsung meningkat dari penumpangnya awalnya 40.000 sekarang sudah tembus 100.000. Hal yang sama juga ada di MRT," jelasnya.
Bahkan, lanjut Yusa, proyek MRT Jakarta - Tangsel malah bisa menjadi petaka jika tidak diimbangi dengan feeder yang memadai. Sebab, hanya akan menimbulkan titik kemacetan baru di sekitar area stasiun.
"Misalkan karena orang-orang datangnya dengan kendaraan pribadi di-drop, park and ride, jalannya nggak dilebarkan, nggak ada tempat parkirnya. Yang ada malah mereka nanti makin ruwet di sana. Mungkin (kemacetan) Jakarta-nya agak berkurang karena orang-orangnya nggak naik kendaraan ke Jakarta, tapi rutenya di (Tangsel) sana ruwet, orang jadi malas," ungkapnya.
Lebih jauh, Yusa juga mengingatkan, perluasan jalur MRT tidak serta merta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi secara signifikan. Menurutnya, pekerja dari arah Selatan Jakarta tidak hanya dari Tangsel. Tapi banyak yang berasal dari Depok dan Bogor.
Yusa pesimis jika proyek MRT Tangsel dapat mengurangi kendaraan menuju Jakarta di jam sibuk.
"Tapi bisa mengurangi sejauh mana ya itu mungkin enggak terlalu signifikan ya. Karena yang dari arah selatan itu kan tidak hanya dari Tangsel, tapi juga banyak yang dari arah Depok, dari arah Bogor," katanya.
Pemerintah Daerah Jangan Lepas Tangan di Proyek MRT Jakarta - Tangsel
Proyek MRT Lebak Bulus - Serpong rencananya dijalankan melalui skema Business to Business (B to B) dengan menggandeng pengembang Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai, Tbk.
Dalam hal pendanaan dan pengelolaan, Yusa menilai keterlibatan swasta sah-sah saja. Namun, ia menekankan bahwa infrastruktur transportasi publik tetap harus berada di bawah kendali pemerintah.
"Pada akhirnya segala macam infrastruktur, termasuk ini angkutan kereta, itu adalah milik pemerintah," jelasnya.
Ia mengingatkan, kerja sama dengan pengembang hanya bersifat konsesi sementara, bukan kepemilikan permanen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022