Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 02.30 WIB

Diminta Tanggung Jawab Pasca Kemacetan Parah, Dirut Jasa Marga Minta Maaf ke Pramono dan Pastikan Seluruh GTO Sudah Berfungsi

Direktur Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, minta maaf atas kemacetan di Tol Dalam Kota dan pastikan tidak terulang. (Istimewa) - Image

Direktur Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, minta maaf atas kemacetan di Tol Dalam Kota dan pastikan tidak terulang. (Istimewa)

JawaPos.com - Direktur PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono buka suara usai diminta untuk tanggung jawab oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pasca kemacetan parah yang terjadi di Kawasan Tol Dalam Kota dari Cawang hingga Slipi, pada Rabu (24/9) malam.

Rivan secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bahwa kemacetan semalam sudah sempat diantisipasi dengan membuka seluruh Gerbang Tol (GT). Selain itu, Jasa Marga juga akan memastikan kemacetan tidak akan lagi terjadi lantaran seluruh Gerbang Tol Otomatis (GTO) sudah berfungsi.

"Kami minta maaf kepada Pak Gubernur (Pramono Anung). Seperti dalam pengambilan keputusan kami kemarin, salah satunya adalah kemudian membuka supaya tidak terjadi kemacetan yang signifikan. Itu adalah sebagai tanggung jawab kami. Jadi kami buka lebih hampir satu jam karena memastikan tidak ada keramaian lagi," kata Rivan saat ditemui usai Peresmian Tempat Istirahat Pengembangan KM 05 Jagorawi dengan Konsep Toll Corridor Development Travoy Hub di Jakarta Timur, Kamis (25/9).

"Itu adalah salah satu upaya kami dan kami mohon maaf. Dan mudah-mudahan kita akan tetap menjaga apalagi di malam ini. Karena sudah tidak ada konstruksi besar lagi seperti yang terjadi kemarin," imbuhnya.

Lebih lanjut, Rivan membeberkan saat ini pengerjaan yang sedang dikebut Jasa Marga adalah perbaikan atap di sejumlah Gerbang Tol. Namun, ia memastikan pengerjaannya tidak akan dilakukan pada siang hari.

Selain pengerjaannya yang dilakukan di workshop, ia mengatakan pemasangan atap pada malam hari guna memitigasi dampak kemacetan sebagaimana terjadi saat konstruksi besar dilakukan, seperti kemarin.

"Sebetulnya kan pengerjaan ini kan tidak bisa dilakukan di siang hari karena di siang hari tidak mungkin dilakukan. Jadi hari ini seluruh GTO itu sudah berfungsi, di sebalah pintu itu sudah jadi semua, tinggal atap. Nah atap itu tidak bisa dilakukan ketika ada masyarakat yang melalui. Nah, sehingga pengerjaan selalu malam. Memang kalau siang pasti tidak ada," beber Rivan.

"Dan kemudian pengerjaan ini juga tidak pengerjaan di lokasi. Kecuali pada waktu konstruksi besar kemarin. Pengerjaan selalu di workshop dan kemudian kita pasangkan selalu di malam hari. Jadi saya kira enggak ada masalah, tetap harus dikerjakan gitu ya," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung mengatakan, dirinua sangat menyesalkan kejadian tersebut. Dia mengakui, kondisi itu merupakan dampak penanganan yang relatif lambat terhadap GT yang terbakar pasca kericuhan yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.

“Jadi, kemarin itu memang ada perbaikan di pintu (GT, Red) Semanggi 1 dan Semanggi 2. Memang saya sendiri juga menyesalkan itu terjadi. Karena penanganan yang cukup lama, kemudian mengakibatkan kemacetan kemana-mana,” terang Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/9).

Sebagai pemimpin di Jakarta, Pramono mengaku sangat fokus untuk menangani kemacetan di ibu kota. Oleh karena itu, dia meminta kepada pengelola GT tersebut, dalam hal ini Jasa Marga, untuk bertanggung jawab.

“Dan untuk ini, secara khusus kami akan meminta kepada Jasa Marga yang memang bertanggung jawab untuk itu. Jangan sampai kemudian ini terjadi kembali,” tegas Pramono.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore