
Pengguna sepeda motor melintasi jalur yang di lewati truk yang menyebabkan kemacetan di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Permasalahan truk tambang di Parung Panjang yang sudah sangat meresahkan masyarakat sejatinya bukan masalah baru. Tapi masalah selama puluhan tahun dan selama ini nyaris tidak mendapat perhatian yang serius dari pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
TB Ule Sulaeman, salah satu tokoh masyarakat Parung Panjang mengatakan, truk tambang menjadi masalah bagi warga sudah sejak lama. Eskalasi meningkat dengan adanya protes serius dari warga sejak 2009 dan sempat memanas pada tahun 2014.
"Dari tahun 2014 yang dipertanyakan ke pemerintah, nggak ada yang disenggol masyarakat bawah. Cuma di bawah suka ada mikomunikasi, seolah nyenggol ke kawah padahal nggak ada. Jalan sampai gunung kan jalan provinsi, berarti provinsi yang harus tanggung jawab," kata TB Ule Sulaeman kepada JawaPos.com.
TB Ule Sulaeman yang selama ini menghidupkan kesenian di wilayah Parung Panjang mengingat, dalam 11 tahun belakangan hanya ada 2 kali perbaikan jalan. Itu pun jalan cepat rusak hanya bertahan beberapa bulan usai diperbaiki. Karena struktur jalan di Parung Panjang tidak kuat untuk menahan berat truk tambang yang beratnya mencapai puluhan ton.
Baca Juga: Pemerintah Berencana Bangun Rumah Bersubsidi di Jakarta dan Kota-Kota Besar Lainnya
Warga pun menjerit mengeluhkan jalanan yang rusak dan truk tambang dibiarkan meraja lela. Namun sayangnya, selama ini terkesan direspons dengan setengah hati oleh pemerintah daerah. Warga Parung Panjang diambil pajaknya akan tetapi fasilitas publik tidak dibenahi secara serius.
"Kesannya seperti itu (dianak-tirikan), tapi masyarakat selama ini sabar nggak banyak tuntutan juga sih. Gimana semuanya nyaman dan tenang, itu doank," kata TB Ule Sulaeman.
Dia pun menaruh harapan besar Pemerintah Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat dapat menepati janji untuk mulai mengerjakan jalan khusus tambang pada awal tahun 2026. Karena warga Parung Panjang sudah muak selama puluhan tahun ditindas oleh truk truk tambang yang meraja lela.
"Harapannya semuanya merasa nyaman. Warga nyaman, transporter nyaman, pengusahaa tambang juga nyaman. Karena namanya orang usaha harus nyaman. Yang bikin nggak nyaman pengelolaan dari pemerintah kali kali," ungkapnya.
Jalan yang rusak akibat truk tambang tidak hanya mengakibatkan kerugian bagi masyarakat berupa masalah kesehatan. Ada banyak nyawa tak berdosa melayang dilindas truk tambang.
Hanya dalam waktu 7 tahun belakangan dari tahun 2018-2025, ada sekitar 2013 orang meninggal dunia berdasarkan data Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGTJ) Kabupaten Bogor.
Jika dirunut jauh ke belakang selama puluhan tahun pertambangan beroperasi, bisa jadi angkanya mencapai ribuan orang yang meninggal dunia akibat truk tambang di Parung Panjang dan sekitarnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
