Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 06.12 WIB

Nekat Tipu Wali Kota Jakpus Arifin, Penipu Modus KTP Digital Dukcapil Malah Dapat Ceramah

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menunjukkan bukti penipuan dengan modus pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menunjukkan bukti penipuan dengan modus pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, hampir saja menjadi korban penipuan berkedok pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Ia ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Arifin menceritakan, dirinya mendapat telepon dari oknum yang mengaku bertugas di Kecamatan Cengkareng. Awalnya, penelepon menginformasikan soal program IKD sambil mencocokkan data kependudukan.

"Dalam pembicaraan selanjutnya diserahkan kepada petugas kedua yang meminta saya untuk mengklik titik tiga dan mengarahkan berbagi layar dan mengalihkan otomatis," ujar Arifin, Jumat (19/9).

Penipu itu bahkan memakai nama lengkap dan foto profil berseragam layaknya pegawai resmi.

"Modus operandi yang mereka jalankan, pelaku pertama mengatasnamakan Arya Wijaya dengan foto profil di telepon WhatsApp memakai baju seragam pemerintah daerah," jelasnya.

"Pelaku kedua mengatasnamakan Bella Sofia menggunakan seragam KORPRI," tambahnya.

Penipu Langsung Dapat Ceramah Nasehat

Arifin sengaja membagikan rekaman video percakapan tersebut ke media sosial miliknya. Video itu pun viral dan mendapat banyak respon netizen.

Arifin, yang juga mantan Kasatpol PP DKI, mengaku sempat menasihati para pelaku agar menghentikan aksinya. Ia pun meminta masyarakat berhati-hati dengan modus tersebut.

"Bu ngapain (nipu) kaya gini. Saya ini bisa tau mau menipu apa bukan. Gak boleh begitu dosa. Coba berani gak video call. Coba saya tanya Camat Cengkareng siapa. Ibu kerja aja yang baik, yang halal," ujarnya menasehati pelaku.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menerima telepon dari nomor tak dikenal. 

"Semoga dari peristiwa ini menjadi pelajaran bersama, khususnya warga agar lebih hati hati, waspada dan tidak meniadi korban penipuan dari orang yang tidak bertanggung jawab," paparnya.

"Saya juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban atas praktek penipuan mengatasnamakan pembuatan KTP digital," sambungnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore