Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 22.28 WIB

Pendapatan Nelayan Turun karena Tanggul Beton Cilincing, PT KCN Sebut akan Data Dahulu Nelayan yang Alami Kerugian

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi buka suara terkait viralnya video tanggul beton di Cilincing, Jakarta Utara. (Istimewa) - Image

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi buka suara terkait viralnya video tanggul beton di Cilincing, Jakarta Utara. (Istimewa)

JawaPos.com - Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi buka suara terkait viralnya video tanggul beton di Cilincing, Jakarta Utara, yang dianggap merugikan nelayan setempat. Ia menyatakan akan terlebih dahulu mendata dengan saksama terkait kerugian yang dirasakan nelayan.

"Kami sudah akan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Perikanan (DKPKP) Jakarta untuk mendata dulu. Kami takut nanti dalam tanda petik ini nelayan Jakarta atau bukan," ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Cilincing, Jumat (12/9).

Pasalnya, ia menyebut bahwa tanggung jawab perusahaannya adalah untuk memperhatikan kondisi nelayan di sekitaran Cilincing, tak termasuk dari nelayan luar daerah tersebut. 

"Karena tadi kami tegaskan, kami akan fokus pada nelayan Cilincing yang kebetulan keberaadaabnya, tadi kita sudah jelasin ini ada diapit oleh Pelindo dan KCM," tuturnya. 

"Dan kami sudah survei, yang tadi saya usulkan proyek yang memang digagas Pemprov yaitu Kalibaru Cilincing Marunda yang terdata ada 700 nelayan dan 1100 kapal  Itulah yang fokus kami," imbuh Widodo.

Adapun untuk mengatasi kerugian yang dialami nelayan dalam masa pembangunan pelabuhan ini, Widodo menyatakan masih terus mencari formula dengan komunitas nelayan setempat.  

"Kami akan mencari formula apa yang bisa membantu," pungkasnya. 

Sebelumnya, Sebuah tanggul beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, mendadak menjadi sorotan publik. Video yang menampilkan keberadaan tanggul tersebut viral di media sosial dan menuai keluhan dari para nelayan.

Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @arie_ngetren, terdengar suara seseorang nelayan menyebut panjang tanggul beton itu mencapai 2-3 kilometer. Tanggul tersebut disebut menghalangi jalur nelayan saat hendak melaut.

"Jadi nelayan kesulitan mencari ikan. Dia harus memutar jauh dengan adanya tanggul beton ini," ucap seorang dalam video yang dikutip Rabu (10/9).

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore