
Stafsus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Cyril Raoul Hakim (kiri) saat jadi narasumber di forum
JawaPos.com - Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim, menegaskan bahwa pembangunan hunian vertikal merupakan kebutuhan mendesak di Ibu Kota.
Hal ini ia sampaikan dalam forum Balkoters Talk bertajuk Transformasi Vertikal di Tengah Tantangan Global di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/9).
"Beliau (Gubernur Jakarta Pramono Anung) menitipkan pesan penting, bahwa transformasi hunian di Jakarta, khususnya hunian vertikal, adalah keniscayaan. Dengan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan, ini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan," ujar Chico.
Menurut dia, pembangunan rusun, apartemen rakyat, dan hunian terjangkau lainnya harus terus didorong agar warga tetap memiliki akses tempat tinggal yang layak.
Chico menegaskan bahwa kepemilikan rumah bukanlah satu-satunya jawaban. Skema sewa dengan harga terjangkau juga perlu diperkuat agar masyarakat punya lebih banyak pilihan.
"Jangan sampai hunian vertikal justru harganya tidak jauh berbeda dengan rumah tapak," imbuhnya.
Ia juga menyampaikan pesan Pramono bahwa Jakarta kini bukan hanya bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan dengan kota global.
"Karena itu, kita harus menyiapkan standar internasional, salah satunya lewat penyediaan hunian yang layak, manusiawi, dan terjangkau bagi semua warga," tuturnya.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi mengingatkan bahwa transformasi hunian vertikal bukan sekadar soal membangun infrastruktur.
Menurut dia, pembangunan hunian vertikal harus memastikan kebutuhan papan, kelayakan hidup, serta budaya masyarakat tetap terjaga.
"Kira-kira masyarakatnya setuju enggak sih? masyarakatnya siap enggak? nah inilah yang akhirnya kami di DPRD sering bertemu dengan masyarakat, mewakili dari masyarakat sendiri, konstituen-konstituen kami atas keluhan tersebut," katanya.
Ghozi mencontohkan kawasan Cakung, Jakarta Timur, yang padat penduduk. Banyak generasi muda di sana sulit punya pilihan hunian selain tinggal bersama orang tua atau mertua.
Pemprov DKI Jakarta pun mendorong vertical housing melalui Sarana Jaya. Namun, menurut dia, masyarakat masih belum familiar dengan istilah tersebut.
"Masyarakat sendiri kadang-kadang masih belum familiar dengan istilah vertical housing, kalau dibilang rusun baru mereka memahami," jelasnya.
Politikus PKS ini menekankan, kebutuhan rumah di Jakarta semakin meningkat. Maka, pembangunan tidak hanya soal jumlah, tapi juga kualitas dan keberlanjutan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
