
Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan Halte Jaga Jakarta sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan kota. (Masria Pane/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung meresmikan Halte Transportasi Jakarta (TJ) Jaga Jakarta, yang sebelumnya dikenal Halte Senen Sentral, kemarin (8/9). Peresmian yang disertai pergantian itu bukan sekedar mengubah nama, melainkan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kota Jakarta secara bersama-sama.
"Kenapa perubahan nama ini dilakukan? Karena yang pertama, sebagai bagian kita untuk menjaga Jakarta secara bersama-sama, supaya kejadian ini tidak terulang kembali. Maka saya bersama jajaran Balai Kota memutuskan untuk merubah Halte Sentral Jakarta ini, menjadi Jaga Jakarta," terang Pramono usai meresmikan halte tersebut. Tidak mungkin, lanjutnya, menjaga Jakarta hanya dilakukan pemerintah, tapi perlu peran serta masyarakat. Untuk penanda peresmian perubahan itu, setelah meninjau Halte Jaga Jakarta, Pramono melakukan flag off dan menanda prasasti halte tersebut.
Selain merubah nama halte itu, di sana juga disiapkan memorial untuk mengingatkan agar peristiwa yang sama tidak terulang kembali di Jakarta. Memang, pasca unjuk rasa anarkis pada beberapa waktu lalu, ada sebanyak 22 halte TJ yang terdampak. Halte Jaga Jakarta itu salah satunya yang kerusakannya parah. Namun, Pram sudah memerintahkan jajarannya untuk segera memperbaiki seluruh halte terdampak itu.
"Saya bersyukur, dalam waktu tidak lebih dari tujuh hari, semua sudah kembali normal. Dan hari ini, mohon maaf tarif sudah normal kembali," imbuhnya.
Lebih lanjut, Pramono mengakui, meski halte sudah beroperasi, jembatan penyebrangan orang (JPO) di Senen maupun Polda Metro Jaya masih membutuhkan waktu hingga Desember mendatang.
Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan Halte Jaga Jakarta sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan kota. (Masria Pane/Jawa Pos)
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memperbaiki halte dan JPO Senen dan Polda Metro. Jadi, Kementerian PU (Pekerjaan Umum) mengerjakan hal menyangkut lift dan JPO, sedangkan halte dikerjakan sepenuhnya oleh pemerintah Jakarta, dan tentunya TJ," jelas Pramono. Untuk JPO dan lift yang dibangun Kementerian PU itu diperkirakan biayanya sekitar Rp 19-20 miliar.
Di lokasi yang sama, Direktur Utama PT Welfizon Yuza menuturkan, seluruh halte TJ yang terdampak unjuk rasa seluruhnya sudah beroperasi normal. Bahkan, sejak Kamis (4/9), penumpang TJ sudah kembali di angka 1,3 juta orang per hari. Kondisi itu disebutkannya menunjukkan kondisi ekonomi dan mobilitas masyarakat sudah kembali normal.
"Kalau teman-teman lihat dalam waktu satu minggu dari 1 September sampai dengan hari ini, meskipun itu kondisinya cukup parah karena habis terbakar, tapi dengan kolaborasi, dukungan dari Pemprov DKI, semua SKPD, semua komunitas kita bisa menyelesaikan sehingga bisa difungsikan di hari ini," imbuhnya.
Berdasar data TJ, dari 22 halte, yang rusak parah itu ada lima. Perinciannya, Halte Bunderan Senayan, Halte Senayan Bank Jakarta, Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, dan Halte Jaga Jakarta. Meski rusak parah, semuanya sudah beroperasi normal.
Sementara untuk biaya perbaikan, Welfizon tidak merincikannya. Dia hanya menyebutkan bahwa dana perbaikannya menggunakan dana korporasi.
"Tentu ini belum sepenuhnya kembali seperti kondisi semula. Yang kita lakukan adalah secara fungsional ini sudah bisa melayani kembali masyarakat baik untuk naik, turun, ataupun juga transit," jelasnya. Meskipun fungsional, Halte Jaga Jakarta yang baru diresmikan itu tersedia fasilitas mushola dan juga toilet.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
