
Pelatihan hard skill Baking Produk Viral untuk ibu-ibu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor. (Istimewa)
JawaPos.com - Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan SKIES Indonesia menggelar pelatihan hard skill Baking Produk Viral untuk ibu-ibu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta yang merupakan pelaku UMKM dari Kabupaten Bogor itu berlangsung di Aula Dinas Koperasi UKM Kabupaten Bogor, Jalan KSR Dadi Kusmayadi, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Jumat (5/9).
Sandiaga Salahuddin Uno, pendiri YIS, menyatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, agar mandiri secara ekonomi dan mendapatkan kesetaraan.
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan menghapus stigma yang menyatakan perempuan tak berdaya, dan hanya mengurus rumah tangga.
“Visi kami sejalan dengan SKIES Indonesia, yaitu ingin memajukan masyarakat terutama perempuan agar memiliki kesempatan setara dalam berkarier, berkarya, dan mandiri secara ekonomi,” kata Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Minggu (7/9/2025).
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali keterampilan digital marketing, mulai dari pembuatan foto produk, pembuatan konten promosi, hingga pemasaran produk melalui media sosial.
Selain itu, mereka juga mendapatkan materi tentang cara menyusun laporan keuangan usaha.
Pelatihan ini juga berfokus pada peningkatan keberanian para peserta untuk menghadapi tantangan bisnis, termasuk melakukan pembuatan konten open order pertama secara langsung.
"Perempuan berdaya, keluarga sejahtera. Tetangga juga bahagia karena terbuka lapangan kerja," ungkap Sandiaga Uno.
Sementara itu, Founder SKIES Indonesia, Ida Noor, menjelaskan pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para ibu dalam membuat produk roti, kue, dan cookies yang sedang tren di masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberi solusi berupa produk bernilai jual tinggi yang diminati pasar, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan para peserta.
“Selain itu, program ini juga bertujuan menjalin silaturahmi dan memperluas jaringan antar anggota, serta menguatkan peran industri lokal dalam mendukung kegiatan ekonomi berbasis masyarakat,” ujarnya.
Setelah sesi pelatihan hard skill selesai, peserta akan mengikuti pendampingan intensif selama tiga minggu.
Pendampingan ini bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan pelatih, memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan bisnis, serta membimbing praktik pembuatan konten promosi dan optimalisasi strategi digital marketing.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
