Perwakilan KSPSI saat mengunjungi anggota Polri yang dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. (KSPI)
JawaPos.com — Aksi solidaritas datang dari keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Pada Rabu sore (3/9), sekitar pukul 15.00 WIB, perwakilan KSPSI mengunjungi anggota Polri yang tengah dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, akibat menjadi korban dalam kerusuhan aksi anarkis beberapa waktu lalu.
Rombongan dipimpin oleh Nuraini, pengurus KSPSI PT KMK Kabupaten Tangerang, yang hadir atas arahan langsung Ketua Umum KSPSI, Andi Gani Nena Wea. Kunjungan ini menjadi wujud nyata bahwa buruh bukan hanya tulang punggung perekonomian, tapi juga mitra strategis Polri dalam menjaga kedamaian dan persatuan bangsa.
Menariknya, dalam kunjungan tersebut, para buruh membawa sendiri makanan yang mereka masak bersama. Menu yang disiapkan sederhana, namun sarat makna sebagai simbol ketulusan, penghargaan, dan cinta kepada para anggota kepolisian yang sedang menjalani perawatan.
“Ini bentuk simpatik kami. Sebagai buruh, kami juga membutuhkan perlindungan dari bapak-bapak Polri,” ujar Nuraini saat menyampaikan pesan langsung di hadapan para personel yang dirawat.
Ia melanjutkan dengan penuh empati, “Semoga Indonesia bisa damai. Bapak-bapak yang menjadi korban aksi demonstrasi bisa cepat pulih, bisa kembali bertugas, dan tidak ada lagi aksi-aksi anarkis yang didalangi oleh pihak-pihak yang tidak jelas.”
Pernyataan itu ditutup dengan seruan hangat:
“Terima kasih. Hidup Polri, hidup buruh. NKRI harga mati. Bapak polisi selalu di hati.”
Kata-kata tulus ini disambut penuh haru oleh pihak kepolisian dan keluarga korban. Di tengah luka dan ketegangan yang masih terasa, kehadiran buruh menjadi pengingat bahwa semangat solidaritas tetap hidup di tengah masyarakat.
Kunjungan ini juga membawa pesan penting tentang perlunya sinergi antarelemen bangsa. Polri sebagai penjaga keamanan, dan buruh sebagai kekuatan produktif nasional, memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga suasana tetap kondusif.
Melalui pertemuan sederhana ini, muncul komitmen bersama untuk menolak segala bentuk provokasi dan kekerasan. Semua pihak diajak untuk menyampaikan aspirasi dengan cara damai, menjauhi tindakan destruktif yang hanya melukai sesama anak bangsa.
Di akhir kunjungan, suasana kekeluargaan terasa hangat. Tak hanya makanan yang tersaji, tetapi juga harapan agar Indonesia terus terjaga dalam kedamaian, dan luka-luka yang sempat muncul segera pulih dengan kekuatan empati dan persatuan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
