
Rekaman CCTV terkait kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI berinsial MIP. (istimewa)
JawaPos.com - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi merespons soal dugaan penculikan dan pembunuhan seorang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI berinsial MIP. Petinggi perbankan pelat merah tersebut ditemukan meninggal dunia di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/8).
Terkait kejadian itu, Hery Gunardi mengaku prihatin terhadap kejadian yang menimpa salah satu karyawannya. Ia memastikan, pihaknya masih akan melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.
"Karyawan yang meninggal itu kita sedang lakukan pendalaman, kita juga prihatin. Sepertinya diculik, saya lihat di videonya itu diculik dari mobil, dimasukin mobil terus dibawa, ternyata meninggal tadi pagi," kata Hery Gunardi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (21/8).
Lebih lanjut, ia juga memastikan bahwa pendalaman akan dilakukan guna mengetahui penyebab dari kejadian tersebut. Diantaranya untuk mengetahui apakah insiden tersebut dialami terkait dengan upaya penagihan atau hal lainnya.
Terkait penyebab itu, Hery mengaku belum mengetahuinya. Ia memastikan proses pendalaman sedang dilakukan oleh pihak kepolisian. Namun begitu, Hery mengaku akan kembali memberi kabar terbaru apabila sudah informasi dari pihak-pihak terkait.
"Apakah itu ada kaitan dengan penagihan? Collection? Atau gimana? Itu kita belum dapat. Polisi sedang melakukan pendalaman untuk itu. Nanti kalau ada berita positif akan kami update," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang kepala cabang bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus) bernama Mohamad Ilham Pradipta ditemukan tewas di wilayah Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Sebelumnya, Ilham diduga menjadi korban penculikan oleh orang tidak dikenal.
Dugaan penculikan Ilham disampaikan oleh perwakilan pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya. Dia menyebut, rekaman Closed Circuit Television (CCTV) menjadi bukti bahwa Ilham diangkut paksa oleh beberapa orang tidak dikenal dari Lotte Grosir di Pasar Rebo pada Rabu (20/8).
"Hasil pemeriksaan CCTV, mobil pelaku datang tidak lama setelah mobil Pak Ilham masuk dan tampak mengintai, setelah mobil hitam sebelah mobil Pak Ilham keluar mobil pelaku warna putih tampak merapat ke sebelah mobil Pak Ilham dan menunggu," ungkap perwakilan keluarga Ilham tersebut sebagaimana dikutip pada Kamis (21/8).
Sebelum diangkut paksa oleh orang tidak dikenal, lanjut perwakilan keluarga tersebut, Ilham memang rapat dengan beberapa orang dari Lotte Grosir. Korban juga terlihat sempat melaksanakan salat zuhur di lokasi tersebut. Berdasar rekaman CCTV, Ilham tampak dipaksa keluar dari dalam mobilnya kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil lain. Dia sempat meminta tolong, namun mobil itu tancap gas.
"Keluarga sempat up kronologi kejadian dan bukti CCTV di media sosial dan dengan pertimbangan keamanan disarankan untuk di-takedown," imbuhnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
