
ILUSTRASI. Anggota Komisi A DPRD DKI Kevin Wu melakukan sidak ke Rumah Pompa Air Jelambar Selatan dan rumah pompa Widjaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jumat (13/12/2024). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi banjir rob yang diprediksi terjadi hingga 22 Agustus 2025.
Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta Hendri mengaku telah menyiagakan pompa stasioner dan pintu air di sejumlah titik rawan pesisir utara Jakarta.
Yakni, Pintu Air Marina, Pompa/Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan dan Pompa Tanjungan
Tak hanya itu, pompa mobile juga disiapkan untuk menjangkau titik banjir di pemukiman warga.
"Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir/genangan yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner," ujarnya, Minggu (18/8).
Hendri menjelaskan, banjir rob sempat terjadi di sejumlah titik pada Minggu (17/8). Seperti di Jl. RE Martadinata (samping JIS), Tanjung Priok dengan genangan setinggi 10 cm dengan luasan sekitar 100 meter.
SDA mengerahkan 2 unit pompa mobile dan 8 personel satgas. Air pun surut pada pukul 21.50 WIB.
Kemudian di Jl. Marunda Pulo RT 002/RW 07 (Pospol Airud), Cilincing, Jakarta Utara. Di sana terdapat genangan setinggi 20 cm dan baru surut pada Senin (18/8) pukul 05.00 WIB.
"Pasukan Biru juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali," kata Hendri.
Dinas SDA berharap serangkaian langkah antisipasi ini dapat menekan dampak limpasan air laut sehingga warga tetap bisa beraktivitas normal.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau perkembangan banjir rob melalui sejumlah kanal yang disediakan.
"Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat," jelasnya
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta mengingatkan adanya potensi banjir rob akibat pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Baru. Fenomena alam itu terjadi sejak 17 Agustus hingga 22 Agustus mendatang.
"Fenomena ini dipicu oleh pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Baru, sehingga ketinggian air laut diprediksi meningkat," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, Senin (18/8).
Isnawa menyebutkan, terdapat 12 titik rawan terdampak banjir rob. Pada Senin (18/8) pukul 15.00 WIB, ketinggian muka air di Pintu Air Pasar Ikan bahkan telah mencapai 230 cm, sehingga statusnya naik menjadi siaga 2.
Berikut 12 titik lokasi rawan banjir rob di pesisir utara DKI Jakarta:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
