
Rapat: Pemkot Bekasi dengan Forkopimda menggelar rapat untuk merespon viral pengajian yang dianggap meresahkan. (Pemkot Bekasi untuk Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bergerak merespons kabar adanya kegiatan keagamaan yang diduga menyimpang dan meresahkan warga. Pengelola kegiatan pengajian yang disebut menjanjikan surga dengan bayaran Rp 1 juta akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
Langkah ini diputuskan setelah Pemkot Bekasi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di kantor Kesbangpol, Rabu (13/8).
Hadir dalam rapat tersebut jajaran Polresta Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Bekasi, Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Tim Kewaspadaan Dini, Camat Mustikajaya, Lurah Cimuning, Ketua RW 12 Kelurahan Cimuning, serta tokoh masyarakat setempat.
Rapat digelar untuk menghimpun informasi sekaligus menjaga kerukunan warga. Sejumlah warga menyampaikan keberatan atas kegiatan yang dianggap tidak sesuai syariat dan meminta pemerintah setempat menghentikannya.
Menurut Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Nesan, hasil pertemuan menyimpulkan perlunya klarifikasi langsung kepada pihak pengelola kegiatan.
"Pemerintah Kota Bekasi akan memanggil pengelola kegiatan keagamaan tersebut untuk diminta keterangannya pada rapat lanjutan yang insya Allah akan dilaksanakan besok," ujar Nesan.
Rapat lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (14/8) di kantor Kecamatan Mustikajaya dengan melibatkan unsur terkait.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga mengingatkan bahwa setiap kegiatan pengajian rutin dengan jamaah sekitar 100 orang wajib mendapatkan persetujuan RT dan RW setempat. Pemerintah meminta seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas.
"Untuk menjaga kondusifitas wilayah, diimbau kepada warga dan pengurus RT untuk segera menertibkan dan menurunkan spanduk-spanduk yang terpasang di sekitar lokasi," tutup Nesan.
Pemkot Bekasi memastikan akan mengambil langkah tegas bila terbukti ada ajaran menyimpang atau pungutan tidak wajar dalam kegiatan tersebut.
Sebagai informasi, pengajian ini viral di media sosial karena dianggap meresahkan warga. Kegiatan pengajian yang disebut tertutup ini sempat diminta berhenti oleh warga setempat.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
