Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juli 2025 | 21.04 WIB

Pria di Cengkareng Jakbar Tewas Tenggelam Usai Kejang saat Makan Nasi Padang di Pinggir Kali, Saksi: Nggak Ada yang Langsung Nolongin saat Kejang

Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengevakuasi korban tenggelam Valdo Zakwano, 31, warga Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (26/7/2025). (Istimewa) - Image

Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengevakuasi korban tenggelam Valdo Zakwano, 31, warga Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (26/7/2025). (Istimewa)

JawaPos.com – Momen santai seorang pria saat menikmati nasi Padang di pinggir kali berubah menjadi tragedi.

Valdo Zakwano, 31, warga Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, meninggal dunia setelah tercebur ke Kali Cengkareng Drain akibat kejang mendadak, Sabtu (26/7).

Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 siang. Saat itu, Valdo tengah makan nasi padang sambil duduk di pinggir kali yang berlokasi di Jalan Kali Kapuk Timur, Kedaung Kali Angke, Cengkareng. Saksi mata mengatakan bahwa Valdo sempat membeli kopi pagi itu.

“Pagi-pagi dia minum kopi di saya, sekitar jam 10. Terus sekitar jam 11 lewat dia beli nasi padang, lalu duduk lagi di pinggir kali. Waktu makan, tiba-tiba dia kejang-kejang, dari posisi duduk langsung rebah,” ujar Dewi, pedagang kopi keliling yang berada di lokasi.

Dewi mengaku sempat mencoba menolong Valdo dengan menarik kakinya, mencegah ia tercebur. Namun, tenaganya tak cukup kuat. Ia juga berteriak meminta bantuan warga sekitar, tetapi tidak ada yang segera datang menolong.

“Saya coba tarik kakinya, tapi saya nggak kuat. Saya teriak minta tolong ke orang di sebelah, tapi nggak ada yang langsung nolongin. Lama-lama dia jatuh sendiri ke kali karena terus kejang. Memang nggak ada yang sempat menahan,” ucap Dewi.

Kali Cengkareng Drain sendiri dikenal memiliki kedalaman antara 4 hingga 5 meter. Hal itu menyulitkan proses pencarian korban.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Sektor Cengkareng langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka menyisir area menggunakan perahu karet.

Kepala Satgas Gulkarmat Kelurahan Kapuk Jaelani mengatakan, delapan personel dikerahkan dalam misi penyelamatan ini. “Personel yang kita turunkan kurang lebih ada 8 orang dari kantor sektor Cengkareng,” ujarnya.

Namun proses pencarian sempat mengalami hambatan karena keterbatasan izin dari pihak keluarga korban.

“Untuk tingkat kesulitan kita di awal, karena pihak dari keluarga korban itu sendiri tidak mengizinkan kita untuk dari awal menggunakan jangkar. Seandainya kita dari awal menggunakan jangkar, korban cepat ketemu,” jelas Jaelani.

Setelah lebih dari satu jam menyisir, korban akhirnya ditemukan sekitar satu meter dari titik awal ia terjatuh. Sayangnya, saat ditemukan, nyawa Valdo sudah tak tertolong. 

“Kita menggunakan jangkar, baru korban ketemu setelah kurang lebih waktu 1 jam,” imbuh Jaelani.

Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka menggunakan mobil jenazah. Rencananya, ia akan dimakamkan oleh pihak keluarga dalam waktu dekat.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore