
Momen Ibu dan bayinya dipaksa turun dari taksi online di Stasiun Tigaraksa, Videonya viral di media sosial. (Instagram @charezeruya)
JawaPos.com - Fenomena gesekan antara ojek pangkalan (Opang) dan transportasi daring kembali menelan korban.
Kali ini, seorang ibu yang membawa bayinya dipaksa turun dari mobil taksi online di tengah hujan deras oleh sekelompok Opang di Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (25/7) pukul 14.30 WIB.
Insiden ini kembali menegaskan betapa persoalan klasik ini belum menemukan titik terang dan aparat dinilai tidak bertindak tegas. Nggak bisa apa-apa!
Peristiwa bermula ketika seorang pengguna media sosial dengan akun @charezeruya membagikan pengalamannya saat hendak mengunjungi rumah sang kakak bersama suami dan bayinya.
Karena hujan deras mengguyur kawasan tersebut, ia memutuskan memesan layanan taksi online dari stasiun. Namun, belum sempat kendaraan melaju jauh, mobil itu dihentikan secara paksa oleh sekitar 15 orang Opang.
Para pelaku disebut membawa batu dan mengancam akan merusak kaca dan ban mobil. Alasannya, mereka mengklaim bahwa wilayah Stasiun Tigaraksa merupakan 'kekuasaan' mereka, sehingga kendaraan berbasis aplikasi dilarang mengambil penumpang di stasiun tersebut.
"Aku akhirnya turun jalan kaki agak jauh ke jalan besar ujan-ujanan sama bayiku. Untung driver GrabCar punya payung," tulis @charezeruya di kolom komentar unggahan media sosial akun Instagram About Tangerang yang membagikan insiden tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa pihak Grab telah menanggapi aduannya, namun menyebut bahwa penindakan bukan wewenang mereka melainkan tanggung jawab aparat setempat.
Sayangnya, hingga berita ini ditulis, belum ada kabar adanya tindakan tegas dari kepolisian atau pihak berwenang terhadap para pelaku. Warganet pun ramai mengecam ketidakberdayaan aparat menindak kelompok Opang yang bertindak anarkis dan merugikan masyarakat.
Fenomena Opang yang menolak kehadiran transportasi daring bukan hal baru. Di berbagai kota besar, konflik serupa kerap muncul dan berujung intimidasi terhadap pengemudi maupun penumpang.
Ironisnya, aksi semacam ini terus terjadi tanpa penyelesaian yang tuntas. Di sisi lain, masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi publik justru menjadi korban utama atas ketidakhadiran negara dalam menjamin rasa aman dan hak atas pilihan layanan transportasi.
Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa masalah laten antara Opang dan transportasi daring tidak bisa lagi didiamkan.
Ketegasan aparat serta regulasi yang adil dan berpihak pada kepentingan publik mutlak dibutuhkan, agar kejadian serupa tak terus berulang dan merampas rasa aman warga.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
