Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 04.10 WIB

Dorong Kembangkan TOD, Pram Yakin Ridership LRT Jakarta Bisa Mencapai 100 Ribu Per Hari

Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meresmikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Southgate-Tanjung Barat yang menghubungkan area AEON Mall dan Stasiun KAI Tanjung Barat, JakSel, Senin (14/10). - Image

Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meresmikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Southgate-Tanjung Barat yang menghubungkan area AEON Mall dan Stasiun KAI Tanjung Barat, JakSel, Senin (14/10).

JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung ingin semua transportasi massal di Jakarta mengembangkan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). Sebab, dengan pengembangan konsep itu, semakin banyak masyarakat yang beralih kepada transportasi umum. Kondisi ini secara otomatis juga bisa meningkatkan jumlah ridership di Jakarta.

''Hariannya, mungkin (ridership, Red) dari (Stasiun) Velodrome sampai Kelapa Gading itu sekitar 5 ribu orang yang naik,'' terang Pramono saat meresmikan penamaan Stasiun LRT Boulevard Utara menjadi Boulevard Utara Summarecon Mall, Kamis (24/7). Dia meyakini jumlah ridership (penumpang) LRT Jakarta bisa lebih dari angka 5 ribu per hari jika konsep TOD diwujudkan. Termasuk juga, jika rute LRT Jakarta diperpanjang hingga Manggarai atau Dukuh Atas.

''Kami meyakini kalau sampai Manggarai, karena terkoneksi dengan mode transportasi lainnya, apakah itu KRL atau sebagainya, per harinya bisa mencapai 70 ribu orang,'' ujarnya.

Sebagai informasi, pembangunan LRT Jakarta ke Manggarai memang masih berproses saat ini. Targetnya, pembangunan LRT Fase 1B (Velodrome-Manggarai) akan rampung akhir 2026 mendatang.

Lebih lanjut, Pram juga menyebutkan, jika rute layanan LRT Jakarta bisa diperpanjang sampai ke Dukuh Atas, maka jumlah penumpang akan lebih meningkat. Prediksi mereka, angkanya bisa menyentuh 100 ribu ridership per hari. Namun, dia tidak menampik, untuk memperpanjang rute LRT Jakarta sampai Dukuh Atas membutuhkan dana yang besar.

''Saya sudah tanya ke Dirut Jakpro, kalau dari Manggarai sampai Dukuh Atas itu, kurang lebih perlu biaya Rp 2 triliun,'' katanya.

Namun, Pram tidak menyampaikan secara gamblang akan segera melanjutkan pembangunan LRT Jakarta ke Dukuh Atas atau tidak. Dia hanya menyebutkan bahwa konektivitas di Jakarta harus dipikirkan secara sungguh-sungguh untuk bisa mengatasi persoalan kemacetan Jakarta.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore