Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 02.15 WIB

Kebakaran Meningkat, DPRD DKI Jakarta Minta Warga Dibekali APAR

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike. (Istimewa)


JawaPos.com–Beberapa kejadian kebakaran terjadi dalam sepekan terakhir di Jakarta. Bahkan, dalam kejadian pada Sabtu (19/7) dan Minggu (20/7), total ada lima orang yang meninggal akibat kebakaran tersebut.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta, agar setiap RT memiliki alat pemadam api ringan (APAR) segera diwujudkan. Selain itu, bila memungkinkan disiapkan juga hidran dengan menggunakan sumber daya air yang tersedia di setiap RT maupun RW di Jakarta.

''Selain itu, sumber daya manusia (SDM) juga perlu diperhatikan agar ketika terjadi kebakaran bisa menggunakan APAR yang disediakan," ujar Politikus PDI Perjuangan tersebut.

Untuk SDM itu, menurut dia, selain petugas, masing-masing RT maupun RW disebutkannya harus dilengkapi relawan penanggulangan kebakaran yang terlatih. Kehadiran relawan itu bisa menjadi garda terdepan untuk deteksi dini dan edukasi masyarakat dalam respons cepat terhadap potensi bahaya kebakaran.

''Sebab, relawan pencegahan kebakaran bukan hanya bertugas saat terjadi kebakaran. Namun berperan besar dalam membangun kesadaran dan budaya pencegahan di tengah masyarakat,'' ujar Yuke Yurike.

Dia juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap potensi bencana kebakaran di sejumlah titik rawan kebakaran. Utamanya, titik rawan di daerah padat penduduk.

''Selain peralatan yang harus tersedia, tapi juga harus dipastikan berfungsi dan bisa digunakan dengan benar,'' tambah Yuke Yurike.

Dia menyatakan, masih banyak warga yang tidak memahami cara menggunakan APAR. Oleh karena itu, edukasi penggunaan APAR itu juga harus digencarkan.

''APAR yang sudah tersedia juga harus dipastikan ada isinya atau maintenance-nya juga harus rutin. Karena percuma ada, kalau saat genting tidak bisa digunakan,'' imbuh Yuke Yurike.

Di sisi lain, Yuke juga menyebutkan, evaluasi pasca kebakaran juga perlu dilakukan. Masih banyak warga korban kebakaran yang hingga kini belum bisa membangun kembali rumahnya karena keterbatasan biaya.

''Perlu ada alokasi yang jelas, seberapa banyak anggaran yang harus disiapkan untuk relokasi mereka untuk sementara,'' ungkap Yuke Yurike.

Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung menyebutkan, sudah menerbitkan regulasi baru untuk pencegahan kebakaran di Jakarta. Yakni, satu RT satu APAR. Sebab, musibah kebakaran di pemukiman padat penduduk sering terjadi, dan cepat menghanguskan rumah.

''Saya yakin, mungkin di sini (Jakarta) belum semua RT itu ada satu APAR. Karena itu, pemerintah DKI menyiapkan untuk itu. Dan mudah-mudahan, Agustus ini setiap RT sudah punya satu APAR,” kata Pramono Anung.

"Jadi, kalau ada kejadian kebakaran, bisa dengan cepat ditangani," tambah dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore