
Garis polisi dipasang di lokasi penemuan mayat dengan kondisi kepala terlilit lakban di kamar kos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil No.22, Selasa (8/7). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) angkat bicara terkait pegawainya Arya Daru Pangayunan (ADP) yang ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan, Selasa (8/7).
Korban ditemukan meninggal dengan kondisi kepala terlilit lakban di kamar kos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil No.22, tepatnya di kamar nomor 105.
Juru Bicara (Jubir) Kemenlu Rolliansyah (Roy) Soemirat membenarkan bahwa ADP merupakan salah satu staf Kemenlu. "Betul, salah satu staf Kemenlu, Sdr. Arya Daru Pangayunan telah meninggal dunia di kediamannya di Gondangdia," ujarnya, Selasa (8/7).
Kementerian Luar Negeri menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Diketahui, korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Roy menjelaskan, pihaknya menyerahkan pengusutan kasus ini kepada pihak kepolisian. Pihaknya juga bersedia memberikan segala bentuk informasi jika nantinya dibutuhkan.
"Saat ini Kementerian Luar Negeri telah menyerahkan proses penanganan peristiwa ini kepada pihak yang berwenang dan akan terus memberikan dukungan yang diperlukan dalam proses yang berlangsung," ucapnya.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombespol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB. Pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan awal diketahui korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, dengan kepala dilakban dan tubuh diselimuti selimut. Hal itu memunculkan spekulasi kemungkinan adanya tindak kekerasan atau pembunuhan.
“Korban berinisial ADP, laki-laki, usia 39 tahun, pegawai Kemenlu asal Yogyakarta. Saat ditemukan, korban dalam posisi terbaring di atas kasur dengan kepala tertutup lakban dan tubuh tertutup selimut,” jelas Susatyo.
Jasad ADP telah dievakuasi ke RSCM untuk autopsi, sementara petugas juga menelusuri jejak melalui rekaman CCTV, keterangan saksi, dan barang bukti dari lokasi kejadian.
“Tim Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami dan menganalisa seluruh keterangan saksi, CCTV, dan barang bukti lainnya untuk mengungkap penyebab kematian korban," katanya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
