Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 02.36 WIB

Stasiun Tanah Abang Baru Habiskan Anggaran Rp 338 Miliar, Siap Tampung 300 Ribu Penumpang per Hari

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono di Stasiun Tanah Abang, Kamis (26/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono di Stasiun Tanah Abang, Kamis (26/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pembangunan perluasan Stasiun Tanah Abang telah mencapai 99,9 persen. Proyek ini menelan biaya sebesar Rp 338 miliar ini mencakup berbagai komponen penting. Adapun pengerjaan dilakukan selama setahun lebih tepatnya 417 hari. 

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono merinci anggaran tersebut dalam sosialisasi perubahan flow penumpang di Stasiun Tanah Abang, Kamis (26/6).

“Anggarannya secara total Rp 338 miliar meliputi pembangunan gedung stasiun, pengadaan wesel, termasuk pembangunan fasilitas operasi, persinyalan, telekomunikasi, kelistrikan,” ujarnya.

Dengan desain baru yang memperluas peron dan menambah dua jalur kereta, kapasitas Stasiun Tanah Abang bakal melonjak dari 150 ribu menjadi 300 ribu penumpang per hari. Penambahan kapasitas diharapkan dapat mengurai kepadatan penumpang yang selama ini jadi keluhan utama.

Sebagai langkah awal, perubahan alur pergerakan penumpang akan mulai diterapkan pada 28 Juni 2025 dini hari, bersamaan dengan pelaksanaan switch over (SO) tahap awal.

“Saat ini sudah selesai semua dilakukan pengujian. Target pelaksanaan switch over insyaallah 28 Juni 2025 dini hari,” jelas Ferdian.
Ia juga mengungkap rencana pembangunan Stasiun Tanah Abang tahap 2 yang rencananya mencakup pembangunan concourse menuju peron 3 dan 4, serta perluasan peron di area tersebut. Namun, pembangunan baru akan dilakukan dalam beberapa tahun kedepan.

“Di tahap 2 itu nanti akan ada lagi, tapi mungkin tidak sekarang, dalam beberapa waktu ke depan mungkin entah tahun depan atau 2 tahun yang akan datang yaitu melakukan pembangunan concourse menuju peron 3 dan 4, serta perluasan area peron 3 dan 4,” terangnya.

Selain persiapan internal, pembangunan tahap 2 juga masih menunggu sinyal dari Pemprov DKI Jakarta karena berhubungan dengan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

“Yang utama memang kami harus menunggu TOD dari Pemda Jakarta karena ini akan saling terkait, dengan apakah rekan-rekan dari Pemprov Jakarta itu ingin membangun katakanlah jembatan untuk langsung masuk ke area concourse,” jelas Ferdian.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore