Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 03.18 WIB

Rano Karno Berduka Atas Meninggalnya Eddie Nalapraya, Bapak Pencak Silat Dunia Sekaligus Tokoh Betawi

Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjoeki Nalapraya. (Istimewa) - Image

Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjoeki Nalapraya. (Istimewa)

JawaPos.com–Eddie Mardjoeki Nalapraya, Bapak Pencak Silat Dunia sekaligus Tokoh Betawi, meninggal dunia pada Selasa (13/5).  Dia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta sekitar pukul 09.50 WIB dalam usia 93 tahun.

Kabar meninggalnya Eddie Nalapraya diungkap Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno dalam unggahannya di akun Instagram pribadi. Almarhum sempat ikut membangun Jakarta, Rano Karno turut berduka atas meninggalnya sang legenda.  

"Innalillahi wainna illaihi raji'un, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Alm. Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjoeki Nalapraya bin H. Mohammad Soetarman (Wakil Gubernur DKI Jakarta 1984-1987)," ujar Rano Karno.

Jenazah Eddie Nalapraya tadi siang disemayamkan di Padepokan Pencak Silat di bilangan TMII Jakarta Timur. Jenazahnya dimakamkan di Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Semasa hidup, Eddie Nalapraya memiliki jasa yang sangat besar dalam mempopulerkan pencak silat ke dunia melalui berbagai event. Sebagai apresiasi atas perjuangannya dalam mendedikasikan diri untuk bela diri pencak silat, dia pun mendapat gelar kehormatan sebagai Bapak Pencak Silat Dunia.

Eddie Nalapraya adalah pendiri Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) pada 1980. Wadah ini berhasil menyatukan organisasi silat dari berbagai negara seperti di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Berkat inisiasi yang dibuatnya tersebut, dia pun terpilih sebagai Presiden Persilat pada dekade 80-an. Kerja keras Eddie Nalapraya sukses mengantarkan seni bela diri pencak silat diakui sekaligus mulai dipertandingkan di ajang SEA Games sejak 1987.

Pada 2008, Eddie Nalapraya membuat ajang kejuaraan pencak silat di Eropa. Dia juga berhasil mengantarkan pencak silat mendapat pengakuan UNESCO 12 Desember 2019 sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Eddie Nalapraya pernah menjabat sebagai Bintara Detasemen Pertahanan MBAD (1950), anggota Pasukan PBB di Kongo (1960), ajudan Pangdam VI/Siliwangi (1961), Den Kawal Pribadi Presiden (1967),  Waassops Kodam V/Jaya (1974), asisten pengamanan Garnizun Ibu Kota (1975),  Wakil Gubernur DKI Jakarta (1984-1987), anggota DPA-RI (1998-2003), dan lain-lain.

Eddie Nalapraya termasuk tokoh Betawi yang disegani yang memberikan warna tidak hanya pada Jakarta, tapi juga berhasil harumkan negara di dunia internasional.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore