
Tangkapan layar video pembakaran mobil polisi di jalan Pondok Rangon, Depok, Jumat (28/4). (Instagram @Info.muncul)
JawaPos.com - Kasus pembakaran mobil polisi yang terjadi di Depok, Jawa Barat menyita perhatian publik. Pasalnya, aksi itu diduga dilakukan oleh anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.
Sekretaris Jenderal DPP GRIB Jaya, Zulfikar, menampik bahwa Tony Simanjuntak (TS), pelaku pembakaran mobil operasional milik Polres Metro Kota Depok, merupakan anggota resmi GRIB Jaya. Ia memastikan Tony bukan anggota GRIB Jaya.
"Bahwasanya saudara Tony Simanjuntak bukanlah anggota resmi dari GRIB Jaya. Saya menyampaikan ini selaku sekretaris jenderal," kata Zulfikar dalam konferensi pers di DPP GRIB Jaya, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (23/4).
Menurut Zulfikar, Tony dan kelompoknya baru mengajukan diri untuk menjadi anggota GRIB Jaya setelah melakukan tindakan pelanggaran hukum.
Namun, pengajuan tersebut tidak pernah diproses oleh pengurus wilayah, dan hingga kini tidak terdaftar dalam database keanggotaan resmi organisasi.
Selain itu, DPD GRIB Jaya Jawa Barat tidak pernah mengeluarkan SK, mandat, maupun KTA atas nama yang bersangkutan.
Mereka hanya membeli sendiri atribut GRIB dan menancapkan bendera organisasi di lokasi sengketa tanpa sepengetahuan DPD Jabar dan DPP GRIB Jaya.
"Jadi kronologisnya adalah saudara Tony ini sempat mengajukan untuk masuk ke dalam GRIB menjadi anggota GRIB. Itu setelah dia melakukan tindakan pelanggaran hukum yang dia buat. Jadi dia melakukan itu untuk masuk dalam GRIB Bersama kelompoknya," ujar Zulfikar.
Zulfikar menjelaskan, tindakan Tony dan kelompoknya merupakan hal yang sangat dilarang dalam organisasi. Karena itu, GRIB Jaya menegaskan bahwa Tony dan kelompoknya tidak berwenang mengatasnamakan organisasi, dan tindakan mereka tidak mewakili GRIB Jaya.
DPP GRIB Jaya bersama Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rozario Marshal, kata dia, secara tegas mengutuk keras tindakan pembakaran mobil polisi tersebut.
Zulfikar menyebut perbuatan itu sebagai tindakan memalukan, dan mencoreng nama baik organisasi serta masyarakat secara umum.
"Sekali lagi tegas saya katakan sampaikan di sini bahwa para pelaku bukan anggota GRIB Jaya yang terdaftar resmi di dalam database kami," paparnya.
GRIB Jaya, lanjut Zulfikar, tidak akan memberikan pembelaan hukum apapun terhadap para pelaku. Ia memastikan pihaknya mendukung penuh upaya kepolisian untuk menangkap seluruh pelaku dan menindak mereka sesuai hukum.
"Jadi Ketua Umum menyampaikan kepada saya untuk memberikan keterangan kepada masyarakat, meminta kepolisian untuk menangkap semua para pelaku tindak kejahatan, para pelaku pelanggaran hukum yang kemarin melakukan tindakan yang sangat memalukan," tegasnya.
Sebagai langkah preventif ke depan, Zulfikar menginstruksikan seluruh Ketua DPD, DPC, dan seluruh anggota GRIB Jaya untuk lebih disiplin dalam penggunaan atribut organisasi.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
