JawaPos.com - Destinasi wisata Eiger Adventure Land (EAL) yang berlokasi di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, resmi disegel pemerintah pada Kamis, 6 Maret 2025. Langkah ini diambil setelah muncul dugaan pelanggaran alih fungsi lahan yang berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.
Kementerian Lingkungan Hidup menyegel kawasan Eiger Adventure Land yang terletak di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Penyegelan ini dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Eiger Adventure Land menjadi lokasi keempat yang disegel setelah pabrik teh milik PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP), Hibich Fantasy PT Jaswita, dan bangunan lama PTPN 1 Regional 2. Penyegelan ini dilakukan sebagai respons terhadap banyaknya aduan masyarakat dan dampak banjir yang semakin parah.
Eiger Adventure Land dikembangkan oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI) yang dipimpin oleh Ronny Lukito. Proyek ini awalnya dirancang sebagai destinasi ekowisata berstandar internasional dengan tujuan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Izin pendirian Eiger Adventure Land ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Tentang Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam pada Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Kabupaten Bogor yang ditandatangani pada 24 April 2019 oleh Siti Nurbaya sebagai Menteri LHK saat itu.
Berdiri di atas lahan seluas 325,89 hektare, kawasan ini mencakup 72,23 hektare lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN VIII serta 253,66 hektare area di Zona Pemanfaatan Barubolang, bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Tempat wisata di Megamendung Puncak itu dilengkapi beragam atraksi wisata alam. Mulai dari hiking, camping, cultural walk, dan jembatan gantung kelas dunia sepanjang 530 meter.
Bahkan, jembatan gantung itu diklaim sebagai yang terpanjang di dunia, mengalahkan jembatan di Arouca, Portugal sepanjang 516 meter serta Charles Kuonen di Pegunungan Alpen Swiss sepanjang 490 meter.
Tahapan pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama dan penandatanganan prasasti Pembangunan Ekowisata Eiger Adventure Land oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang saat itu dijabat Sandiaga Salahuddin Uno.
Dihadiri pula oleh Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolda Jabar Irjen. Pol. Ahmad Dofiri, Polres Bogor AKBP Harun, Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol. Inf. Sukur Hermanto.
Saat itu, Chairman PT Eigerindo Ronny Lukito menjelaskan, PT. Eigerindo Multi Produk industri sebagai pemegang Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPSWA) di Zona Pemanfaatan Barubolang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan pemegang Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PTPN VIII kini PTPN I Regional II Jabar membangun Eiger Adventure Land dengan biaya investasi Rp800 miliar selama lima tahun.
Ronny menyebut, dari total lahan yang ada, Eiger hanya menggunakan 1,56 persen untuk dikelola. Ia pun mengklaim bangunan yang dibangun merupakan semi permanen.
“Dari 300 hektare ini, peraturan kehutanan hanya bisa dikelola 10 persen, namun karena niat kami bukan ingin membangun, kami hanya pakai 1,57 persen. Itu pun semua bangunannya berbentuk panggung, enggak ada yang nempel,” katanya.
Namun kini hal itu tinggal cerita. Pembangunan di kawasan konservasi ini memicu kekhawatiran banyak pihak. Para pemerhati lingkungan menilai proyek ini telah mengganggu keseimbangan ekosistem, mempercepat erosi tanah, serta meningkatkan risiko bencana alam di kawasan Puncak yang memang sudah rawan longsor dan banjir.
Saat penyegelan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak kuasa menahan air matanya melihat kondisi alam di Kawasan Puncak Bogor yang kian rusak. Gubernur Jawa Barat itu memastikan pemerintah akan mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan kondisi alam Jawa Barat.
"Kita akan kembalikan alam Jawa Barat seperti kondisi semula, terutama di Kawasan Puncak Bogor," ungkap Gubernur Jawa Barat saat meninjau Eiger Adventure Land di Megamendung, Kamis (6/3).
Dedi meminta manajemen Eiger Adventure Land membongkar sendiri fasilitas yang telah dibangun lantaran tidak sesuai dengan regulasi lingkungan.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut ada indikasi pelanggaran pidana dalam pembangunan empat wisata yang disegel. Pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan tahapan penyidikan.
“Indikasi pidananya sudah ada. Kami akan menuntut dua hal terkait semua tenant yang disegel oleh Menko dan Gubernur,” kata Hanif.