
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Jl. Kemayoran Gempol. (Ryandi Zahdomo/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Jl. Kemayoran Gempol, Gang Laler, RT 001 RW 004, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/1).
Hal itu dilakukan guna memastikan secara ilmiah peyebab terjadinya kebakaran.
Pasalnya, warga menduga kebakaran bukanlah disebabkan korsleting listrik atau kompor meledug, melainkan ada oknum yang sengaja melakukan pembakaran.
Olah TKP dilakukan mulai pukul 11.00 WIB dengan dipimpin langsung oleh Kompol Henri Siahaan. Tim Puslabfor melakukan pemeriksaan dengan mendatangi salah satu rumah warga yang menjadi titik awal api.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menuturkan, olah TKP dilakukan untuk mengetahui sumber api yang menyebabkan 543 rumah tinggal hangus terbakar. Pihaknya pun akan menginformasihkan lebih lanjut setelah hasil analis rampung.
"Seluruh bukti dan hasil analisis akan dilaporkan setelah proses olah TKP selesai,” terangnya.
Susatyo menegaskan, pihaknya akan terus melakukan investigasi hingga ditemukan secara pasti penyebab kebakaran. Masyarakat pun diminta untuk menunggu hingga hasil investigas selesai.
"Proses investigasi akan terus berlanjut hingga ditemukan penyebab pasti kebakaran tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 543 rumah hangus terbakar di Jl. Kemayoran Gempol, RT. 02 RW. 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (21/1). Kepolisian dan BPBD DKI Jakarta menduga api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga.
Namun kesaksian warga mengungkap hal berbeda. Ketua RT 01-03 Kelurahan Kebon Kosong Slamet mengatakn, warga menaruh curiga ada yang sengaja membakar rumah tersebut. Pasalnya, beberapa hari sebelum kejadian, terdapat orang mencurigakan yang menanyakan pemilik rumah yang menjadi sumber api.
"Memang berapa hari yang lalu orang datang, ditanya kenal sama si A ini, cuma main, begitu ya kabarnya," ujar Slamet kepada JawaPos.com, Selasa (21/1).
Kecurigaan lainnya, sambung Slamet, api sangat cepat membesar seperti tersulut oleh bahan bakar. Menurutnya, jika disebabkan oleh korsleting, api akan merambat secara perlahan.
"Ya kalau masuk logika, kalau korsleting mungkin bisa diatasi. Ya kan (merambatnya) lama. Ini kan cepat. Sepertinya ya ada bahan-bahan inilah, sepertinya," terangnya.
Slamet mengaku mengetahui betul detik - demi detik menjalarnya api ke rumah lainnya. Pasalnya, rumah yang menjadi sumber api berada tepat di sebelahnya.
Saat kejadian, dirinya pun turut ikut memadamkan api, namun api terus semakin membesar.
"Jadi saya berusaha memadamkan, nggak keuber, yaudah saya lari," katanya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
